• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 268,479 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • PERMENDIKNAS NOMOR 39 TAHUN 2009

    image001Peraturan Pemerintah Nomor  74 Tahun 2009 tentang Guru nampaknya banyak meresahkan dan membingungkan banyak guru.  PP tersebut salah satu pasalnya mengatur tentang beban mengajar guru minimal 24 jam(pasal 52). Guru yang tidak memenuhi beban mengajar minimal haknya untuk mendapat tunjangan profesional dan tunjangan fungsional dicabut(demikian ancaman yang telah dilontarkan depdiknas). Sedangkan realitas di lapangan tidak semua guru bisa memenuhi beban mengajar minimal karena keterbatasan rombongan belajar atau guru mata pelajaran tertentu terlalu banyak dan penyebaran guru di sekolah-sekolah yang tidak merata.

    Pemerintah telah menjanjikan akan menerbitkan peraturan menteri yang akan mengatur tentang “Pemenuhan beban kerja guru dan pengawas satuan pendidikan”(pasal 52 ayat 9),yang kemudian diterbitkan dalam bentuk : Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009.

    Untuk lengkapnya silakan unduh dibawah ini:

    Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 Tentang beban kerja guru dan Pengawas  Sekolah

    About these ads

    25 Tanggapan

    1. What’s up mates, nice paragraph and pleasant urging commented at this place, I am truly enjoying by these.

    2. Nice post. I used to be checking constantly this weblog and I am impressed!
      Very useful info particularly the final part :) I care for such information much.
      I used to be seeking this particular information for a very lengthy time.

      Thanks and best of luck.
      @.Thank you for visiting this weblog.May God bless you

    3. apa bener pak. dengan 24 jp kinerja guru akan lebih baik? apa sudah ada buktinya? menurut saya dengan beban mengajar yang 24 jp itu, tugas guru akan mulai bergeser dari mengajar dan mendidik, menjadi mengajar saja. kita lihat saja bagaimana perkembangan peraturan ini.

    4. Beban mengajar guru 24 jam akan efektif jika pejabat daerah rela saudara, ipar, menantu atau keponakannya bertugas di daerah terpencil. Kenyataannya guru yang baru diangkat adalah orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan daerah dan mereka PASTI minta ditugaskan di kota walaupun sekolah-sekolah di kota sudah kelebihan guru. Jadi … Waktu 2 tahun yang disediakan untuk REDISTRIBUSI guru takkan punya arti.

    5. HINGGA SAAT INI KAMI MENUNGGU Peraturan Pemerintah MENGENAI PENGHARGAAN TERHADAP pks/wakasek kurikulum YANG MEMILIKI PERAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP KEBERADAAN SEKOLAH (smp/sma KHUSUSNYA) SANGAT BESAR. katanya sih motornya sekolah !

      mohon untuk melihat riil di lapangan, siapa yang bertanggung jawab pertama kali kala ada monitoring pelaksanaan KBM sebelum ke guru ?
      Pastinya Kepala Sekolah LALU MENUNJUK WAKASEK KURIKULUM. DST..DST… Dan kalau Kep Sek sudah dapat tunjab, kalau wks kurik ?
      tapi lumayanlah ada lagu “pahlawan tanpa tanda jasa” he..he..

    6. @Mas Pandu, Ente lucu juga ternyata ya?! Guru kok dikomparasikan dengan tukang macul. :)

    7. Pemenuhan beban mengajar 24 jam/minggu dilapangan banyak sekali bias, hal ini karena adanya sebaran guru tidak merata, praktek kecurangan administrasi banyak dilakukan disekolah sehingga PMPTK mestinya terjun sampai ke kelas-kelas untuk mengevaluasi tentang kebenaran antara jadual yang tertulis dengan praktek dilapangan, lemahnya praktek disebabkan Kepala sekolah juga tidak konsisten dengan aturan yang mestinya punya beban mengajar 6 jam faktanya sama sekali tidak mengajar meskipun jadual terpampang ( tanya siswa di kelas …? benar atau tidak ) jika benar artinya kepala sekolah sudah memberikan ruang ketidak jujuran dalam dunia pendidikan.

    8. saya berharap kepada pemegang kebijakan ; wakil bidang kurikulum dan bidang kesiswaan dapat di hargai sebagai jam mengajar sbagaimana ka.Unit perustakaaan dan ka. Unit Laboratorium karna tugas bidang kurikulum dan biadng kesiswaan cukup berat ………………………trims

    9. Wah, Permendiknas 39 tahun 2009 tidak memuat lampiran beban kerja untuk guru Bina dan Pamong SMPTerbuka serta guru Totur lain. Berapa jam perminggu untuk mereka tersebut ya ? Mohon…..

    10. memang bagus sekali dengan adaya permen tersebut cuma bagi guru yang gak becus kerja terasa sangat berat karena merekah hanya senang bermalas malasan, yang penting gajih lancar

    11. bagaimana tanggapan bapak mengenai beban kerja guru yaitu 24 jam tatap muka untuk semua jenjang pendidikan. Padahal beban mengajar u/SD hanya 35 menitpermingu,SMP 40 menitperminggu dan SMA 45 menit perminggu jadi untuk SD 35 x 24 = 840,SMP = 40×24=960 dan SMA 45×45=1080

    12. Kepada yang berwenang, tolong segera dievalusi tentang ketetapan mengajar 24 jam tatap muka bagi guru sertifikasi, yang akan memperoleh tunjangan penghasilan, sebelum berlnjut, dan keuangan negara keluar dengan tidak sesuai dengan tujuan . sebagai dasar pertimbangan saya beri masukan:
      1. guru semakin tidak kondusif/ kurang nyaman dan seperti patah arang , kalau mendapatkan tugas mengajar kurang dari 24 tatap muka.
      2. Sekolahan semakin sulit untuk melakukan kegiatan, karena guru banyak tersebar dimana-mana, untuk pemenuhan jumlah jam 24 tapka.
      3. tugas tambahan seperti, kep. lab. kep. perpus. setara dengan 12 jam tatap muka. dapat dilihat dilapangan, sebenarnya apa yang dapat mereka lakukan !
      3. Bagi guru yang tidak memenuhi mengajar 24 jam tatap muka dan/atau tugas-tugas lain tidak dapat. ada alternatif pilihan. mengajar atau hanya sebagai. karena mengajar 18 jam tatap muka sama dengan sekalian 0 jam.
      4. mencari sekolah diluar adalah bukan alternati. sebab. ada cerita ketika ada guru bertanya dengan kepsekolah, apa jawabnya ! Pak apa anda tiga mematikan guru swasta yang lain, yang nota bene hanya mendapat honor tidak seberapa. kalu bapak ta! sudah dapat gaji selaku PNS.
      5. memunculkan adanya rekayasa administratri. misal seorang kepsekolah jadwal tertulis. pembagian mengajar ada. tapi dalam kenyataannya yang mengajar orang lain honor diberikan pada yang mengajar. coba ada pantauan khusus untuk kepala sekolah. cek jurnal mengajar, tanya siswa mengajar atau tidak.
      Sekali lagi mohon dengan hormat dievaluasi, dan direvisi ketentuan pemberian tunjangan sertifikasi itu, jangan sampai justru semakin melemahkan guru dalam mengajar bagi yang sudah bersetifikat sebagai pengajar. cari jalan tengah. diberikan aja berapa seorang guru mengajar dengan dibuat suatu tabel.

    13. Atas nama profesiaonalisme,pemenuhan beban kerja guru minimaL 24 jam WAJIB KITA PATUHI.Solusi dari setiap hambatan wajib kita cari tanpa menyimpang dari aturan.Akhirnya SENI memenuhi ketentuan akan kita dapatkan.Bukankah setiap masalah pasti ada jalan keluarnya?

      @.Benar Pak daryanto,

    14. Ass. Saudarakau, Aturan Beban mengajar bagi guru sebenarnya sudah fleksibel dan banyak alternatif, kalau gak bisa begitu hrs ditambah begini.
      Masalah pertama banyak diantara guru kita yg gak menguasai bidang lain selain mata pelajaran yg diampu. misal gr fisika, jam kurang. tp beliau pramuka gak pernah, kir gak tau, drumb band gak ngerti, OSIS males. Yaaa hrs cr sekolah lain agar bs ngajar fisika agar cukup 24 jam. 24 jam/minggu gaji 4jt. (bayang dgn tenaga harian didusun 25rb/hari, nyagkul hbs air putih sedrigen).
      Masalah kedua, sejak OTODA tidak ada lg yg namanya guru “dibenum” ditugaskan didaerah yg benar2 kurang guru. Begitu ada pengangkatan yg tambah guru mlh dikota2,sesuai “permintaan” guru baru.
      Solusi….
      Bagi guru…., yuk tambah ketrampilan dan kreatifitas biar gak hanya menjadi “penuntut umum”
      Bagi daerah…., yuk REDISTRIBUSI guru. Guru baru wajib teken kontrak utk daerah tertentu minimal 5 tahun br bisa mutasi. Gak mau gak usah diangkat.
      Nah kl ni penulis ngalami, di daerah terpencil mlh dah 17 thn gak minta pindah, dah jd kota sih…., hehehe.
      Salam tuk PS Lulusan Bandiklat Debdagri 2006

      @.Waaalikum salam,Trim atas komentar positifnya.

    15. pak gimana sih bikin pengaturan supaya komenterakhir berada di awal? kalau tidak kebertan jawaban di tulis di blog saya pak
      @.Jujur aja,pak budies,jawabannya kita cari dulu refensinya,

    16. mencari referensi tentang beban kerja guru, untuk perbandingan pemikiran dan penafsiran.
      makasih pak, salam dari kalimantan tengah

      @.Terima kasih,senang bisa dikunjungi pak Budies yg namanya sudah negetop di dunia blog.Waalaikum salam.

    17. petunjuk pelaksanaan permendiknas 39 tahun 2009 tolong dikirimi. trim

      @.Pak Maryono.silahkan download di Materi Blog ini.Terima kasih.

    18. Solusi lain saat ini mungkin Disdik Kab. harus berani mengadakan mutasi guru sesuai dgn. kebutuhan sekolah agar kebutuhan guru per mata pelajaran merata, selain pemerataan beban kerja juga untuk meningkatkan kualitas. Jangan guru yang selalu disalahkan kalau kualitas pendidikan belum baik. Contoh : Pelajaran Fisika diajarkan oleh guru yang bukan faknya, wajar kalau siswa kurang menguasai konsep dasar karena mungkin strategi dan metode yang digunakan kurang tepat.
      Apalagi kalau untuk memenuhi 24 jam bisa ditambah dgn mata pelajaran apa saja, jadi tidak profesional ya Pak ?
      Terima kasih atas jawabannya, Hapunten Kang abdi cerewed

      @.Sanes cerewed eta mah kreaatif.Saya setuju Disdik segera melaksanakan redistribusi guru sesuai dengan bunyi pasal 5 ayat 2 (permendiknas no 39) yang diberi jangka waktu 2 tahun.

    19. Tapi kenyataan di lapangan guru tetap harus mengajar min. 24 jp. (2 jp x 12 kelas atau 4 jp x 6 kelas ) berarti merencanakan, membimbing siswa dat tugas tambahan tidak dihargai/bukan sbg beban kerja, tugas tambahan hanya berlaku untuk kepala sekolah dan wakasek saja. ( Kepsek 6 jp + 18 equipalen Kepsek = 24 jtm, Wakasek 12 jp + 12 equivale wakasek = 24 jtm). Kalau guru ? udah ngajar 12 kelas + wali kelas + Pembina Ekstra kadang jadi Pengelona Lab/Perpus. Kumaha tah Kang ?

      @. Lahirnya permendiknas no 39 tahun 2009 itu solusi untuk pemenuhan beban mengajar guru (24 jp) terutama di sekolah yg jlh siswa/guru nya sedikit,jam pada kurikulum sedikit,jumlah guru mapel tertentu banyak,atau di daerah terpencil.Di sekolah yang siswa/gurunya gemuk akan terjadi seperti yg Pak Supandi gambarkan.Memang di lapangan persis seperti itu.Yang penting kan 24 jp guru sudah terpenuhi,ini sudah aman bagi guru,tinggal kepsek memikirkan “tunjangan” kelebihan jam guru.Yg namanya peraturan terkadang menimbulkan banyak penapsiran,membuat kita bingung.Tapi gak usah bingung ya pak….Terima kasih,pak pemikiran bapak membuka hati kami para pengawas untuk mencari solusinya.

    20. Supaya tidak bingung, yang harus dihitung itu apakah jumlah jam mengajar atau beban kerja guru? Kalau untuk menghitung jumlah jam mengajar tidak perlu buku pedoman sebagaiman yang diterbitkan oleh Dirjen PMPTK. Mata Pelajaran 4 sks x 6 kelas = 24 jam mengajar, tapi kalau beban kerjanya belum tentu 24 jam kalau ditambah dengan tugas tambahan yang mempunyai jam equivalen. Jadi apakah buku panduan tsb. sekarang berlaku lagi ??? Penafsiran buku tsb macam-macam Kang. Hatur nuhun

      @. Kalau menurut saya harus dua-duanya dihitung.Karena beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka,kalau kurang kan ada jam equivalaen,atau mengajar di sekolah lain.Memang bener ,pak penafsiran buku ini bermacam-macam di lapangan juga.
      Sami-sami,pak Supandi.

    21. Seharusnya data lapangan dengan teori berimbang. berarti validitasnya terujikan. Sebaiknya diberikan penjelasan mengapa muncul angka 24 jam dengan kondisi yang bervariatif. Kalau kemudian hasilnya merupakan kebijakkan kepala sekolah yang mengatur, bagaimana jadinya peraturan itu?

      @. Untuk penjelasan barangkali tertuang pada Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen
      PMPTK tahun2008 (Lihat materi blog ini )
      Terima kasih,

    22. Bagus sekali blognya jangan lupa mampir ya

      Dari H.Indra :
      Terima kasih Pak Mul atas kunjungannya.Ya,baru belajar ,Rupanya bapak guru yang ahli Otomotif.
      Sukses buat blog Belajar Otomotif.
      Salam,

    23. sebagai guru kita cukup lega dengan lahirnya permen no 39, tetapi kalau kita lihat pasal 4 tentang pengawas, apakah memang 1 orang pengawas akan mampu memantau 10 sekolah yang terdiri dari banyak mata pelajaran? kiranya hal ini menjadi pemikiran kembali bagi pihak yang terkait… terima kasih

      Dari H.Indra :
      Pengawas sekarang itu bukan pengawas mata pelajaran,bu.Jadi tugasnya memantau,membina,dan menilai,bidang garapannya ;akademik dan manajerial,jadi bisa ke guru,kepsek,dan TU.
      Terima kasih,

    24. Sebelum keluarnya Permendiknas tsb. sekolah membagi tugas beban guru berdasarkan pedoman beban kerja guru yang berisi tentang equivalen jam-jam kerja di sekolah. Sehingga hal itu dibebankan pada tiap guru yang telah sertifikasi dan menerima tunjangan profesi. Sedangkan guru yang belum bersertifikasi masih manut pada kepmenpan tentang kewajiban beban untuk pemenuhan angka kreditnya yaitu 18 jam dengan tugas tambahan minimal 6 jam sehingga terpenuhi beban kerja guru 24 jam di sekolah pangkalan bukan dari sekolah lain. Pemenuhan beban kerja guru 24 jam di sekolah lain tidak effesien dalam peningkatan mutu pendidikan !Terimakasih.

      Dari H.Indra :
      Dari segi efisiensi bapak benar,tapi banyak sekolah yang rombelnya sedikit,sehingga untuk memenuhi beban kerja 24 jam,ya salah satunya harus magang ke sekolah lain,
      Terima kasih.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: