• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 289,043 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH BELUM OPTIMAL ?

    JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya peningkatan mutu sekolah selama ini terganjal antara lain karena minimnya kualitas dan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam mengembangkan sekolah dan siswa. Untuk itu proses perekrutan dan seleksi kepala sekolah dan pengawas sekolah akan diperketat dengan mensyaratkan perlunya memiliki kemampuan managerial sebagai kemampuan dasar.

    Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sabtu (30/1/2010), mengakui peran pengawas sekolah belum optimal. Padahal peran pengawas sekolah lebih penting dan lebih kuat daripada pegawai di dinas pendidikan karena pengawas sekolah seharusnya memahami apa yang diperlukan dalam menilai kinerja secara akademik, managerial, dan kewirausahaan kepala sekolah.

    “Fungsi pengawas sekolah ini yang belum kokoh. Hubungan pengawas sekolah dengan kepala sekolah juga belum sekohesif yang kita harapkan,” kata Fasli seusai meluncurkan Program Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah 2010 di Jakarta.

    Jika pengawas sekolah dibekali kemampuan supervisi yang berkualitas, kualitas kepala sekolah pun akan meningkat. Seperti halnya pengawas sekolah, menurut Fasli kepala sekolah juga harus dibekali kemampuan mengelola sekolah secara profesional sehingga akan terlihat perkembangan sekolahnya.

    Untuk memaksimalkan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, kata Fasli, kepala sekolah harus diberikan kebebasan sebagai manager pendidikan dan tidak terkooptasi oleh birokrasi dan politik. Jika terganggu oleh birokasi dan politik , kepala sekolah akan lumpuh dan tidak akan bisa optimal dalam mengembangkan kemampuan sekolahnya.

    “Harus berani memisahkan mana yang nanti bisa masuk birokrasi dan mana yang otonomi di tingkat sekolah. Cukup diawasi oleh komite sekolah dan profesinya seperti kepala sekolah dan pengawas . Kegagalan kerap terjadi karena kepala sekolah dicampuri macam-macam,” kata Fasli.

    Kepala sekolah yang tidak mampu mengembangkan kemampuan sekolah dan anak didiknya akan berpengaruh pada pemberian insentif dan bantuan dana atau program dari pemerintah. ” Kinerja yang buruk itu akan otomatis terkait dengan pembiayaan atau insentif lain seperti pemberian fasilitas laboratorium komputer, pelatihan di luar negeri, dan lain-lain. Kalau kepala sekolahnya canggih, guru pasti akan termotivasi dan tidak lagi malas,” kata Fasli.

    Sesuai fungsinya, kepala sekolah harus dapat memaksimalkan visi anak didik dan memanfaatkan berbagai peluang. Pasalnya, belajar bukan hanya untuk memperoleh ilmu pengetahuan saja tetapi mengajak anak didik untuk belajar menjalani kehidupan. Oleh karena itu selain sebagai manager, kepala sekolah juga harus menjadi wirausaha pendidikan yang akan memaksimalkan sumber daya yang ada dan mencari sumber-sumber pembiayaan operasional sekolah di luar uang pembayaran dari siswa.

    Regulasi

    Untuk meningkatkan kualitas kepala sekolah dan pengawas sekolah, Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Surya Dharma menyebutkan pada tahun 2010 akan ada penguatan kemampuan 30.000 kepala sekolah dan pengawas sekolah.

    Saat ini terdapat 250.000 kepala sekolah dan 25.000 pengawas sekolah di seluruh Indonesia. Selama tahun 2009 hingga sebelum 100 hari program kerja mendiknas, terdapat lebih dari 19.000 kepala sekolah yang dilatih. “Harapannya, di tahun 2014 tidak ada kepala sekolah yang tidak kita kenal kompetensinya. Mereka harus memberdayakan dirinya terus menerus,” kata Surya.

    Upaya penguatan ini harus didukung regulasi yang mengatur tentang perekrutan dan seleksi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Untuk itu, kini tengah dilakukan finalisasi revisi Permendiknas No 162 Tahun 2003 tentang penugasan guru seba gai kepala sekolah dan finalisasi rancangan Permendiknas tentang seleksi dan perekrutan pengawas sekolah.

    (Sumber : Kompas.com edisi : 31 Januari 2010 )

    About these ads

    11 Tanggapan

    1. Ass. pak haji
      jabatan pengawas ini emang sangat strategis untuk peningkatan mutu, namun kebanyakan kan pengawas sekolah ini sebagai tempat parkir pejabat/kepsek, sambil nunggu umur 60 th. ya…h gimana b[sa jalan namanya aja parkir.
      @.Waalaikum salam,Sekarang sudah banyak berubah pak,Pemda harus melaksanakan Permendiknas No 12 tahun 2007 tentang standar Pengawas sekolah,dan Jadi Pengawas itu HARUS MELALUI SELEKSI.

    2. Lembaga Pendidikan Khusus adalah lembaga pendidikan yang peserta didiknya anak berkebutuhan khusus. Menurut jenjangnya meliputi jenjang pendidikan dasar ( SDLB dan SMPLB) dan jenjang pendidikan menengah dalm bentuk SMALB.
      Sebagai bagian dari pendidikan dasar dan pendidikan menengah berdasar PP No. 38 Tahun 2007 penyelenggaraannya menjadi tugas Bupati. Sementara berdasar PP No. 17 tahun 2010 dan PP No. 66 Tahun 2010 ijin pendiriannya menjadi kewenangan Gubernur (psl 182 ayat 5).
      Sehubungan hal tersebut, dalam hubungannya dengan kualitas sekolah, maka keberadaan Pengawas Pendidikan Khusus di Provinsi Jawa Tengah dipandang perlu adanya penambahan. Hal ini karena dalam satu provinsi dengan sekitar 200 sekolah hanya ada 1 (satu) orang pengawas PLB yang diangkat oleh Gubernur, dan1 (satu) orang pengawas yang diangkat oleh Bupati . Sementara untuk Kepala Sekolah SLB, SDLB, SMPLB dan SMALB masih membutuhkan pembinaan yang memadai.
      Semua ini dikandung maksud agar lebih realistis dalam penyelenggaraan pembinaan terhadap lembaga pendidikan khusus yang ada. Demikian harapan kami. mudah-mudahan tercipta kesepahaman dalam hal pendidikan khusus, khususnya di Jawa Tengah.

    3. http://abbasnaswar@ymail.com

      Yth. Para Pengawas yang berbahagia dan pembaca yang budiman kiranya dapat membantu saya mengirimkan uji instrumen penilaian kjompetensi pengawas dari keenam kompetensi pengawasa… terima kasih sebelumnya
      @.Sepengatuan saya belum beredar,mungkin menunggu pelatihan pengawas yang akan dilaksanakan di Solo.

    4. Ass. Pak Haji,
      Beberapa hari yang lalu Saya baru saja mengikuti diklat cawas. Dan ternyata tugas dan fungsi sebagai seorang pengaws itu begitu berat. tetapi saya yakin apabila dilaksanakan dengan ikhlas akan ringan juga iya gak Pak Haji? Yang aneh, di daerah saya kenapa jabatan kepala sekolah banyak diincar tapi kalau pengawas tidak? malah terkesan tidak bagus citranya.

      @.waalaikum Salam,wah selamat dong baru pulang diklat.Ya,memang demikian,yg penting kita harus ikhlas menjalaninya pasti enjoy ! tapi kalau periodisasi kepala sekolah sudah dijalankan,nanti kepsek akan berbondong-bondong ingin jadi pengawas.

    5. Saya salut dengan upaya pemerintah pusat khususnya Depdiknas pusat dalam memikirkan dan mengembangkan usaha optimalisasi tenaga kependidikan termasuk Pengawas. Ini dapat kita baca pada permendiknas 12 tahun 2007. Pada prinsipnya Kita Pengawas sesuai dengan amanah tugas dan fungsi kita sebagai pengawas siap melaksanakan kompetensi-kompetensi tersebut dilapangan. Hanya saja Permendiknas tentang tenaga kependidikan ini pemda jarang mengamalkannya, makanya ada sebagian pengawas di beberapa daerah yang tidak dioptimalkan oleh pemdanya, atau ada juga yang tidak tersentuh oleh pemda tentang peran dan fungsi pengawas sekolah di kantor dinas pendidikan.
      Untuk itu kita butuh bantuan pusat untuk mengingatkan pemda kota dan kabupaten se Indonesia untuk memberdayakan pengwas sekolah sesuai dengan tupoksinya dan memfasilitasi pengwas sekolah serta menindaklanjuti laporan pengawas. Supaya pengawas berilmu maka sebelum segala bentuk hal yang baru disampaikan/diturunkan ke sekolah atau ke daerah maka pengawas sekolah di bekali terlebih dahulu sebagai nara sumber. selama ini sekolah lebih dulu mendapat informasi baru dari pusat, sedangkan pengawas sekolah taunya kalau sudah jalan diminta untuk memantau atau memonitoring pelaksanaannya. Semoga pengawas lebih baik dimasa yad. Wassalam
      @.Terima kasih,Pak Iskandar atas komentar bijaknya,kita semua pengawas siap melaksanakan tupoksi,semoga alur peningkatan profesionalisme pengawas seperti yg digambarkan bapak diatas, amiiin.

    6. Assalamualaikum Wr.Wb,
      Keberhasilan sebuah sekolah ditopang oleh pembinaan teknis edukatif ( tugas Departemen Pendidikan) dan pembinaan non teknisnya (tugas Pemerintah Kabupaten dan Provinsi) demikian PP No. 38 Th. 2007.
      Pengawas sekolah melaksanaann pembinaan teknis edukatif sebuah sekolah yang merupakan tugas departemen pendidikan. Oleh karena itu saya selaku kepala sekolah secara prinsip sependapat dengan Bapak Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Sabtu (30/1/2010), yang menyatakan bahwa peran pengawas sekolah lebih penting dan lebih kuat daripada pegawai di dinas pendidikan. Hal ini memang benar dalam hal teknis edukatifnya. Idealnya pihak sekolah memiliki kesepahaman dengan pengawas sekolah.
      Akan tetapi perlu disadari juga bahwa dalam hal pembinaan non teknis pegawai dinas pendidikan adalah pembinanya.
      Oleh karena itu sangat bijaksana manakala pihak sekolah mampu menciptakan kesepahaman bahwa pembinaan teknis edukatif ada keseimbangan dengan pembinaan non teknisnya. Sayangnya ( menurut hemat saya) pihak sekolah ada kecenderungan lebih mengutamakan kepentingan pembinaan non teknis dari pada pembinaan teknisnya. Ini hanya asumsi, mungkin sebagai manusia kepala sekolah lebih terpancing pada pembinaan non teknis atau materialnya.
      Padahal awam menempatkan prestasi puncak sebuah sekolah dilihat dari sisi keberhasilan teknisnya. Sebagai ilustrasi, sekolah dianggap maju bila tingkat kelulusannya tinggi bukan dari tingkat akreditasinya. Walaupun terakreditasi A apabila tingkat kelulusannya di bawah yang terakreditasi B maka dianggap kurang bermutu.
      Jadi apabila kita renungkan, agar peran pengawas dapat optimal ( menurut hemat saya juga ) harus ada kebijakan yang mampu menggiring pihak sekolah menempatkan keseimbangan posisi pembinaan teknis dan non teknis dalam segala aspeknya.
      Bagaimana ? Semoga Bapak dan Ibu Pengawas tak berkecil hati. Mudahan ada saatnya nanti keseimbangan tercipta.
      (Penulis Yuswan, SMALB N Cilacap)
      @.Waalaikum salam Pak Yuswan,kami (pengawas) sangat berterima atas masukan dari bapak,Semoga ke depan akan lebih terjalin hubungan yg kondusif antara pengawas,kepala sekolah,dan guru,serta tenaga non teknis di kabupaten/kota,

    7. Saya sebagai pengawas sangat mengharapkan adanya upaya peningkatan kualitas profesionalitas pengawas, di antaranya dengan memperbanyak diselenggarakannya diklat, workshop dan kegiatan lain yang sejenis, dengan harapan kompetensi pengawas akan bisa sesuai dengan harapan dari semua fihak. Karena untuk peningkatan profesionalitas guru sekarang sangat banyak diselenggarakannya diklat, workshop dan semacamnya, sehingga terkesan bahwa guru memiliki kemajuan yang lebih dinamis dibandingkan dengan pengawas. Idealnya adalah bahwa apa yang dilatihkan dan diajarkan untuk para guru dalam diklat atau workshop, maka pengawas juga harus tahu akan hal itu..sehingga dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas akan match dengan beberapa inovasi yang sudah mampu dilakukan oleh guru-guru..mohon bisa diakses untuk lembaga dan instansi yang berwenang untuk hal ini..trim. (Penulis adalah sebagai Pengawas Pendidikan Madya Mapel PAI Kantor Kementrian Agama Kab. Sleman)
      @.Benar sekali apa yang ibu kemukakan,padahal dalam 8 program 100 hari mendiknas baru,program keduanya adalah penguatan kepala sekolah dan pengawas sekolah,tapi nyatanya masih kurang pelatihan pengawas itu.

    8. menyedihkan memang kalau melihat pendidikan di negeri ini, anggaran yang minim, sumber daya manusia(moral) rendah, padahal pendidikan merupakan modal dasar kemajuan sebuah bangsa. Kapan ya ?
      Salam kenal
      @.Salam pendidikan, semoga ke depan ada perubahan nyata ,pak .Let’s do something for education !

    9. Assalamu’alaikum Pak Haji
      Negeri ini diperjuangkan dengan sepenuh jiwa raga, darah dan air mata, bahu membahu antara rakyat dan penguasa n 60 orang mempersiapkan Indonesia merdeka mereka tidak bertanya dari golongan apa saudara, tapi mereka bertekad hanya satu Indonesia merdeka. 65 tahun lebih kita merdeka di era krisis multidimensi seperti sekarang ini, mari para guru Indonesia sebagai ujung tombaknya berdiri bangkit tuk mencerdaskan anak bangsa yang tercinta, dan tak lupa pengawas Sekolah Indonesia saling bahu-membahu memantau, membina, bekerja sesuai tupoksinya, walaupun keberadaan hanya dipandang sebelah mata, akan kita harus teriak aku bisa
      Wasalam
      @.waalaikum salam Bu Sri, Komentar ibu sangat menyentuh dan menyemangati kami,terima kasih.

    10. Jadi Pengawas atau Kepala Sekolah sekarang harus punya kompetensi terutama yang Kompetensi UANGnya yang besar. Terdapat oknum-oknum birokrat yang menghianati sucinya tujuan pendidikan dengan menjual jabatan Kepsek dan Pengawas. Setelah mereka jadi pejabat Kepsek atau Pengawas, yang terpikir adalah bagaimana mengembalikan uang yang dipake unuk membeli jabatan tersebut. Uang BOS diembat, uang rehab diembat juga, ya repot kalau begini. Kualitas pendidikan di Indonesia tak akan semaju di negara lain.

      @. Pak Budiman,saya kira masih banyak kepala sekolah dan pengawas sekolah yang bekerja profesional tidak menganut kompetensi yg bapak sebutkan diatas,mudah-mudahan oknum kepsek dan pengawas yg kinerjanya masih jelek merasa malu membaca komentar bapak ini dan segera berubah menjadi kepsek dan pengawas yg bener.

    11. Ass. Pak Haji,
      Wah harapan Pak Wakil Mendiknas ini mungkin nunggu turunnya mujizat dari dari Allah SWT. agar Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah tidak terkooptasi oleh birokrasi dan politik.
      Lha Sumangga….
      @.Waalaikum salam ,Mas. Bisa saja ya mas,asal untuk pendidikan dari SD s/d SMA,penelolaannya tarik lagi ke Pusat,karena ini terjadi terutama pasca otonomi daerah.

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: