• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 289,383 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • Soal Tunjangan Kemaslahatan, Guru Swasta Diminta Bersabar

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Anggota DPR Komisi X, Hetifah Sjaifudian, meminta guru-guru swasta agar bersabar terkait belum terpenuhinya tunjangan kemaslahatan oleh pemerintah. Dalam Undang Undang (UU) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan tunjangan kemaslahatan pemerintah baru disediakan untuk guru-guru PNS.

    “Tentu jika kemampuan APBN lebih besar dan terdapat efisiensi anggaran, bukan tidak mungkin dukungan kepada sekolah-sekolah swasta serta para guru-guru swasta terus ditingkatkan,” ujar Hetifah kepada Republika, Rabu (20/7).

    Sejauh ini, bantuan pemerintah untuk sekolah-sekolah swasta di antaranya adalah Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi sekolah, penyedian buku-buku serta berbagai macam peralatan sekolah. Sedangkan, bantuan pemerintah untuk guru-guru swasta di antaranya adalah tunjangan profesi, tunjangan fungsional, penyediaan beasiswa, serta pelatihan guru. Hetifah mengakui bahwa tanggung jawab guru-guru swasta tersebut diembankan kepada yayasan-yayasan swasta yang bersangkutan.

    Sebelumnya, dewan pembina Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Suparman, menuntut pemerintah memberikan tunjangan kemaslahatan yang berupa asuransi kesehatan dan jaminan hari tua kepada guru-guru swasta. Para guru swasta, kata Suparman, seharusnya menjadi tanggung jawab negara karena para guru tersebut menjalankan fungsi negara, yakni menyelenggarakan pendidikan nasional.

    Sejauh ini, tuntutan tersebut belum mendapatkan respons dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Sedangkan, permintaan untuk melakukan audiensi dengan Komisi X DPR juga belum mendapatkan respons.

    PGSI juga mendesak pemerintah meningkatkan tunjangan fungsional guru-guru swasta. Suparman mengatakan, selama ini para guru swasta tersebut memiliki tunjangan fungsional. Namun, jumlahnya hanya Rp 250 ribu dan tidak selalu cair setiap bulan.

    Saat ini jumlah guru swasta di seluruh Indonesia berjumlah sekitar 700 ribu. Jumlahnya meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 600 ribu. Mayoritas guru swasta memperoleh gaji di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).


    Republika.co.id, 21 Juli 2011

    About these ads

    4 Tanggapan

    1. Tapi banyak guru yang diberikan Tunjangan Fungsional tdk sesuai dengan daftar yang dikirim dari kab. sepertinya oleh orang prop. ada data yang dimanifulasi, parahnya lagi sampai2 guru yg sudah tdk aktif saja bisa dapat !

    2. Guru “luar negeri” alias guru swasta, insya Allah adalah orang2 yg ikhlas mengabdi kepada pendidikan anak bangsa, dalam artian rela diberi honor yang sangat jauhhh… dari gaji guru “negeri”.
      Kalaupun pemerintah tidak/belum mampu “berterima kasih” (memberi) setidaknya jangan mempersulit tekad pengabdiannya, baik lewat peraturan, kebijakan, maupun kondisi yang tidak nyawan guru swasta, seperti minimnya jumlah siswa yang mau belajar di sekolah swasta, bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun.
      Wallahu a’lam……

      Salam,
      by: http://gunawank.wordpress.com/2011/08/12/shaum-ramadlan-mencegah-abdul-buthun/
      @.Waalaikum Salam.Guru swasta itu Pejuang Sejati !

    3. trima kasih atas informasinya, kebetulan saya juga guru swasta di yayasan yang sudah mampu memberi tunjangan kesehatan, tapi teman-teman guru swasta yang belum beruntung tentu sangat membutuhkan, untuk itu sebagai pengawas tentu mempunyai akses untuk mengusulkannya kepada yang berwewenang.

    4. smg hak yg mestinya sampai, sampai adanya…amin ya Allah ya rabbal alamin

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: