• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 286,538 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • KAPITA SELEKTA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

    Kurikulum 2013Sejak diberlakukannya Kurikulum 2013 di 6326 sekolah sasaran terhitung mulai tahun ajaran baru 2013-2014 bulan Juli yang lalu di berbagai jenjang sekolah di Indonesia,tentu saja ini membuat para praktisi pendidikan di tanah air terutama guru,kepala sekolah,dan tentu saja pengawas sekolah,suka atau tidak suka,ikhlas atau terpaksa,harus mencari referensi mengenai apa itu kurikulum 2013 dan bagaimana mengimplementasikannya di lapangan.

    Blog Pengawas Sekolah Indonesia,mulai edisi ini ke depan,tanpa bermaksud “menggurui” apalagi “sok tahu”, akan mencoba untuk menyampaikan informasi,bahan-bahan,dan kebijakan implementasi kurikulum 2013 yang sudah disampaikan pemerintah melalui Pelatihan-pelatihan,In service learning dan on service learning.

    Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para pembaca,khususnya para guru,kepala sekolah,pengawas sekolah dan para praktisi pendidikan lainya.Karena kurikulum 2013 itu hanya bisa diajarkan  efektif oleh “guru yang pernah dilatih kurikulum 2013″.Sedangkan yang baru di latih oleh pemerinatah hanya 74.289 personil (termasuk kepsek,dan pengawas).

    REKRUITMEN CALON KEPALA SEKOLAH DI ERA OTONOMI DAERAH

    Baru-baru ini di kabupaten Karawang, propinsi  Jawa Barat ada fenomena munculnya “ketidakpuasan” guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah,hal ini terjadi dari tingkatan dasar hingga tingkat menengah.Sebut saja ada seorang kepala SMK yang “diresolusi” oleh guru-gurunya dengan cara mengumpulkan tandatangan,kemudian nota ketidakpuasan guru ini disampaikan kepada Dinas Pendidikan setempat,kasus lain ketika terjadi rotasi kepala SMP,guru-guru ada yang tidak menerima kehadiran kepala sekolah baru ini karena kepala sekolah yang baru ini ditempat lama memiliki track record yang jelek,demikian juga ada beberapa contoh kasus lain yang sejenis.Sebenarnya hal ini bukan baru terjadi tahun ini saja,karena beberapa kejadian seputar kasus kepala sekolah,terutama setelah lahirnya otonomi daerah  telah mewarnai berita-berita di media massa maupun elektronik. Saya berfikir,apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan guru-guru ini ?Apakah ini hanya menunjukan sifat arogansi guru-guru ditengah zaman keterbukaan ini ? Apakah ini menunjukan kepada kita bahwa kepala sekolah tersebut  kurang mampu alias ” tidak profesional” ? Atau bisa jadi karena kita para pengawas tidak pernah membina guru dan kepala sekolah sehingga terjadi gejolak seperti ini ? Jawaban ketiga pertanyaan diatas bisa benar semua,atau mungkin ada salah satu faktor dominan yang mempengaruhi munculnya gejolak tersebut. Baca lebih lanjut

    KEGIATAN BERMUTU KEPALA SEKOLAH WILAYAH KARAWANG KOTA

     

    Pengawas Bersama Pengurus MKKS Karawang Kota

    Pengawas Bersama Pengurus MKKS Karawang Kota

    Program “Bermutu” (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading ) sudah memasuki tahun ke 2 di kabupaten Karawang.Kalau ditinjau dari dampak hasil dan manfaat,tentu tidak ada yang mubazir,pasalnya program ini hampir menyentuh semua komponen personal pendidikan;mulai dari guru,kepala sekolah hingga pengawas sekolah,mulai dari tingkat SD s/d SMP terlibat dengan program ini.

    Kepala Sekolah Wilayah Karawang Kota Pada Kegiatan Bermutu

    Kepala Sekolah Wilayah Karawang Kota Pada Kegiatan Bermutu

    Kegiatan bermutu MKKS wilayah karawang kota telah mengadakan pelatihan ICT bagi kepala sekolah kemarin,Sabtu ,4 Desember 2010 di SMPN 1 Talagasari Karawang,materi yang diberikan adalah penguasaan ICT bagi kepala sekolah,Perlukah kepala sekolah menguasai ICT ?Tentu saja karena di akhir program bermutu ini kepala sekolah harus mengumpulkan “tagihan” yang berupa best practice,proposal PTS,dan laporan PTS.tTentu saja dengan menguasai ICT semua tugas akan mudah diselesaikan.

     

    Untuk semua kepala sekolah mari kita “GO BLOG” (maaf bukan goblok),Selamat Berkarya !

    Mendiknas: Jangan Jadikan Mutasi Guru Komoditas Politik

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—-Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, mengatakan, masalah pendidikan jangan dijadikan komuditas politik. Terutama terkait mutasi dua belas guru di SMAN 1 Purwakarta dan pengelolaan keuangan sekolah.

    Ketua Forum Musyawarah Guru Jakarta, Retno Lisyarti, mengatakan, dua belas guru SMAN 1 Purwakarta mengalami mutasi massal secara sewenang-wenang karena mengkritik Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Akibat berbagai ancaman dan intimidasi, ujar dia, para guru melaporkannya ke Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

    Komnas HAM kemudian menindaklanjutinya dengan menyurati Dinas Pendidikan meski tidak direspons. Menurut dia, pada era Reformasi, guru tidak hanya meningkatkan mutunya, tetapi juga harus memperjuangkan kesejahteraannya.

    ”Mutasi guru harus berdasarkan pertimbangan akademik, bukan politik atau di luar itu,” ujar Mendiknas di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (6/10). Baca lebih lanjut

    KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH BELUM OPTIMAL ?

    JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya peningkatan mutu sekolah selama ini terganjal antara lain karena minimnya kualitas dan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam mengembangkan sekolah dan siswa. Untuk itu proses perekrutan dan seleksi kepala sekolah dan pengawas sekolah akan diperketat dengan mensyaratkan perlunya memiliki kemampuan managerial sebagai kemampuan dasar.

    Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sabtu (30/1/2010), mengakui peran pengawas sekolah belum optimal. Padahal peran pengawas sekolah lebih penting dan lebih kuat daripada pegawai di dinas pendidikan karena pengawas sekolah seharusnya memahami apa yang diperlukan dalam menilai kinerja secara akademik, managerial, dan kewirausahaan kepala sekolah.

    “Fungsi pengawas sekolah ini yang belum kokoh. Hubungan pengawas sekolah dengan kepala sekolah juga belum sekohesif yang kita harapkan,” kata Fasli seusai meluncurkan Program Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah 2010 di Jakarta.

    Jika pengawas sekolah dibekali kemampuan supervisi yang berkualitas, kualitas kepala sekolah pun akan meningkat. Seperti halnya pengawas sekolah, menurut Fasli kepala sekolah juga harus dibekali kemampuan mengelola sekolah secara profesional sehingga akan terlihat perkembangan sekolahnya.

    Untuk memaksimalkan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, kata Fasli, kepala sekolah harus diberikan kebebasan sebagai manager pendidikan dan tidak terkooptasi oleh birokrasi dan politik. Jika terganggu oleh birokasi dan politik , kepala sekolah akan lumpuh dan tidak akan bisa optimal dalam mengembangkan kemampuan sekolahnya.

    “Harus berani memisahkan mana yang nanti bisa masuk birokrasi dan mana yang otonomi di tingkat sekolah. Cukup diawasi oleh komite sekolah dan profesinya seperti kepala sekolah dan pengawas . Kegagalan kerap terjadi karena kepala sekolah dicampuri macam-macam,” kata Fasli. Baca lebih lanjut