• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 269,028 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • Mendiknas: Jangan Jadikan Mutasi Guru Komoditas Politik

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—-Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, mengatakan, masalah pendidikan jangan dijadikan komuditas politik. Terutama terkait mutasi dua belas guru di SMAN 1 Purwakarta dan pengelolaan keuangan sekolah.

    Ketua Forum Musyawarah Guru Jakarta, Retno Lisyarti, mengatakan, dua belas guru SMAN 1 Purwakarta mengalami mutasi massal secara sewenang-wenang karena mengkritik Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Akibat berbagai ancaman dan intimidasi, ujar dia, para guru melaporkannya ke Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

    Komnas HAM kemudian menindaklanjutinya dengan menyurati Dinas Pendidikan meski tidak direspons. Menurut dia, pada era Reformasi, guru tidak hanya meningkatkan mutunya, tetapi juga harus memperjuangkan kesejahteraannya.

    ”Mutasi guru harus berdasarkan pertimbangan akademik, bukan politik atau di luar itu,” ujar Mendiknas di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (6/10). Continue reading

    Jangan Bangga Jadi Guru “Killer”

    Hal itu diungkapkan Prof Rhenald Kasali, PhD, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), di sela-sela acara Education Fair SMA Kanisius, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

    Menurut Rhenald, keadaan ini masih terus berlaku di Indonesia. “Sampai hari ini dosen atau guru masih melakukan seperti itu. Jadi, kalau orang enggak bisa, enggak dibantu cari jalan keluarnya, tapi malah dibikin jadi panik, dibuat makin tidak mengerti dengan dikasih nilai jelek. Rasanya ada kebanggaan jadi dosen killer,” katanya.

    Rhenald melanjutkan, di luar negeri justru kebalikannya. “Di negara maju (Amerika), anak saya bahasa Inggrisnya jelek justru dikasih nilai exellent. Tujuannya mendorong memberikan kesempatan sehingga akhirnya dia menjadi lebih percaya diri. Metode mereka (sekolah luar negeri) ialah orang di-encourage supaya bersemangat dan akhirnya mau menjadi exellent,” katanya. Continue reading

    Kemendiknas Butuh Lembaga Independen

    Kode Etik Guru Belum Jalan
    JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) belum merevisi bentuk keprofesian guru pasca penundaan likuidasi dan peleburan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang dikeluarkan Sekretariat Negara (Setneg) pada 17 Juni 2010 lalu. Keprofesian yang memuat tentang kode etik guru pun terancam molor direalisasikan.

    “Grand desain lamanya sudah ada,” tutur Mendiknas M. Nuh. Dia mengatakan, seharusnya setiap perilaku guru dalam menjalankan tugas diatur sesuai dengan UU Guru dan Dosen  tahun 2005 dalam bentuk kode etik.

    Nuh mengungkapkan, sejak lima tahun dibuatnya UU tersebut, Kemendiknas belum menemukan lembaga independent yang bisa mengawasi jalannya kode etik. “Karena pengawasan itu bukan dari kami, tapi lembaga lain,” tuturnya.

    Lembaga independen itu, lanjut Nuh, bisa dalam bentuk badan, asosiasi, atau ikatan yang mengatur dan mengawasi guru. Yang nantinya diharapkan mampu menyiapkan pengembangan dan peningkatan keprofesian guru. “Termasuk memberi advokasi dan bantuan kepada anggota profesi terkait masalah di bidang keprofesiannya,” ucap mantan menteri komunikasi dan informasi (menkominfo) itu. Continue reading

    Guru Bahasa Inggris, Miskin Ide? Tengoklah Kedua Situs Ini…

    Apakah Anda seorang guru Bahasa Inggris yang akan mengajar, tetapi belum menemukan ide dan contoh-contoh kegiatan yang bisa Anda gunakan di kelas? Dua situs berikut ini mungkin bisa memberikan solusi.
    Pada zaman melek internet seperti saat ini, akses terhadap materi pengajaran Bahasa Inggris menjadi sangat luas. Alhasil, semua orang dapat belajar apa pun, kapan pun, dan di mana pun, termasuk melalui dua situs berikut ini:

    How To Teach English atau h2te

    Situs h2te.depdiknas.go.id/ merupakan salah satu model baru tentang cara terkini belajar dan membelajarkan para siswa yang dikhususkan bagi para guru Bahasa Inggris. Model pembelajaran ini dikembangkan atas kerja sama British Council (BC) dengan Pusat Teknologi dan Komputer (Pustekkom) Kementerian Pendidikan Nasional RI.

    Beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan di sini, antara lain:

    * Lesson plans yang telah disesuaikan dengan kurikulum pengajaran Bahasa Inggris di seluruh Indonesia mulai tingkat SD sampai SMA/SMK.
    * Video yang merupakan koleksi video guru-guru di beberapa negara Asia yang memberikan inspirasi tentang classsroom management, teacher-student interaction, speaking activities, dan interactive games.
    * News yang akan memberikan bermacam informasi terbaru di dunia pengajaran Bahasa Inggris, pelatihan, bahkan konferensi-konferensi yang bisa diikuti oleh para guru.
    * Articles, yaitu kumpulan naskah artikel berisi tema-tema metodologi pengajaran Bahasa Inggris.
    * Link, yang merupakan tautan ke berbagai sumber english language teaching (ELT) yang tentu Anda butuhkan. Continue reading