• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 282,443 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • Penyaluran Tunjangan Kesejahteraan Guru Akan Seperti Model Penyaluran BOS Yang Baru

    Janji pemerintah untuk menyalurkan dana tunjangan pendidik (TPP) ternyata hanya sebatas retorika belaka,karena prakteknya di lapangan belum bisa berjalan dengan mulus,tepat waktu seperti yang diharapkan oleh semua guru di negeri ini.Ternyata sekalipun duitnya sudah ada tapi membagikannya tidak mampu tepat waktu.Gitu aja repot. Kompas.com edisi 7 Agustus 2012 menurunkan berita sbb:

    Pemerintah akan mengevaluasi mekanisme penyaluran tunjangan kesejahteraan guru, seperti tunjangan sertifikasi guru. Kemungkinan besar mekanisme yang akan digunakan sama seperti mekanisme penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang baru. Hal itu ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di sela-sela rapat kerja dengan Komisi X DPR, Selasa (7/8/2012), di Jakarta.

    “Uang sudah kami kirim ke kabupaten/kota. Sekarang mereka yang harus segera menyalurkan ke guru. Kita tidak bisa beri sanksi. Satu-satunya cara, evaluasi mekanisme penyalurannya,” tutur Nuh. Continue reading

    JANGAN TAKUT UJIAN SERTIFIKASI ULANG, INI HANYA PEMETAAN

    Berita yang masih simpang siur seputar Ujian Sertifikasi Ulang Guru nampaknya masih mendominasi obrolan dikalangan para guru,terutama di kalangan guru yang selama ini sudah menikmati tunjangan profesi guru (TPP).Yang menghebohkan karena adanya beberapa informasi yang menyatakan bahwa apabila tidak lulus uji ulang ini ,ada kesempatan kedua,kalau masih tidak lulus maka tunjangan profesi pendidiknya akan “dihentikan “.Kali ini Blog Pengawas Sekolah Indonesia akan menurunkan berita selengkapnya  yang dikutip dari JPNN.com edisi 24 Juni 2012 : GURU merasa dipermainkan dan terus menjerit. Hanya sesaat menikmati tunjangan profesi, meski di banyak daerah tersendat, kini para guru risau lagi. Kabar bahwa pemerintah akan melakukan ujian sertifikasi ulang terhadap 1.020.000 orang guru yang telah bersertifikat profesi, langsung mendapat penolakan keras dari kalangan pendidik. Bahkan, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pun berniat melakukan gerakan boikot. Continue reading

    RIBUAN GURU BERSERTIFIKAT AKAN DI UJI ULANG

    Sertifikasi guru sampai kini masih menyimpan banyak persoalan,sehingga pemerintah masih terus mencari formula yang pas dalam pelaksanaan sertifikasi guru ini,sebut saja mulai tahun ini ada Uji Kompetensi Awal (UKA) yang cukup merepotkan teman-teman guru yang akan diuji kompetensi awalnya.Ujung-ujungnya guru yang tidak lulus UKA harus ikut pembinaan dulu sehingga menghambat mereka untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang sudah sangat mereka butuhkan.Tapi bagaimanapun,ini kan masalah kualitas,masalah kompetensi yang harus dikuasai Guru,namanya juga guru profesional,kalau tidak prodesional nanti kita disebut guru apa ?

    Sekarang giliran guru yang sudah bersertifikat akan diuji ulang kompetensinya,apakah kita siap ? Siap atau tidak siap nampaknya pemerintah akan melaksanakannya pada tahun ini juga,simak saja statemen Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom di Jakarta : “Ribuan guru bersertifikasi bakal di tes ulang. Mereka bakal diuji untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mengajar. Melalui tes ulang ini kami akan mendapatkan pemetaan kompetensi para guru kita, apakah kualitas mereka akan meningkat atau tidak. Bagi yang tidak lulus tes kami akan adakan pembinaan,” (MetroTV News.com,31 Mei 2012) Menurut  Pak Syawal tes ulang dilakukan sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajar setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi dari pemerintah. Namun, ia buru-buru menegaskan tes ulang yang akan digelar tahun ini berbeda dengan uji kompetensi awal (UKA).Pada UKA, guru mengikuti tes uji berjuang mendapatkan kursi pelatihan dan sertifikasi. Sedangkan pada tes ulangan untuk mengevaluasi materi ajar dan pedagogisnya.
    Adapun bentuk ujian tes ulang akan dilakukan secara online dan offline. Sistem ujian online, soal dibuat secara acak melalui komputerdan hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir. Sedangkan bagi daerah yang belum memiliki fasilitas komputer atau internet ujian akan dilakukann secara tertulis. Continue reading

    PEMBAYARAN TUNJANGAN GURU SIAP DIAMBIL ALIH

    Untuk kesekian kalinya BPSI sengaja menurunkan berita-berita yang berkaitan dengan pembayaran tunjangan profesi pendidik yang semakin sini semakin semrawut aja. Ini menunjukan betapa kinerja dan perhatian  pemerintah terhadap guru makin berkurang. Berita yang diturunkan kompas.com edisi 29 mei 2012 memuat : – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kemungkinan mengambil alih pembayaran tunjangan profesi pendidik demi kelancaran. Kepastiannya menunggu hingga Juli atau triwulan kedua pembayaran.

    “Kami akan lihat sampai Juli. Jika pemerintah daerah tetap tak bisa membayar lancar, kami akan cari mekanisme lebih baik,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, akhir pekan lalu, di Jakarta.

    Tunjangan profesi triwulan pertama 2012 semestinya disalurkan ke rekening pribadi penerima, April lalu. Namun, hingga Minggu lalu, ada yang tak kunjung cair karena tak ada SK pencairan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Menurut Nuh, SK masing-masing direktur jenderal pendidikan dasar dan menengah selesai Maret. Dana pun sudah disalurkan kepada pemerintah provinsi.

    Menurut Retno Listiyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Kemdikbud tak belajar dari kesalahan penyaluran tunjangan profesi guru. “Bukannya makin mudah. Hampir enam tahun pelaksanaan sertifikasi, tak ada perbaikan kinerja dalam sistem pembayaran tunjangan,” katanya.

    Pencairan tunjangan profesi bagi guru swasta dan honorer, lanjutnya, sudah ada di beberapa daerah. Besaran tunjangan dipukul rata Rp 1,5 juta per bulan.

    Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan, pembayaran tunjangan di Jawa Barat tak merata. Di Kota Bandung belum ada pembayaran. Di kabupaten, seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Bandung Barat, hanya dibayar dua bulan.

    Pemerintah daerah dinilai sibuk mengklarifikasi guru yang memenuhi 24 jam mengajar. Pemenuhan 24 jam mengajar ini dinilai bukan salah guru, melainkan akibat ketidakmampuan pemerintah menata distribusi guru. “Akibat guru didesentralisasi. Jadi, tunjangan dan gajinya melalui DAU kota/kabupaten sehingga banyak hambatan birokrasi,” kata Iwan. Continue reading