• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 285,153 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • HASIL UJI KOMPETENSI AWAL (UKA) SECARA NASIONAL

    NILAI UJI KOMPETENSI AWAL PENGAWAS PALING JEBLOK ?

    Uji kompetensi awal (UKA) guru peserta sertifikasi 2012 yang telah diadakan 25 Pebruari 2012 lalu hasilnya secara nasional telah diumumkan oleh Kemendikbud kemarin (19/3).Dalam pernyataan resminya Mendikbud (Mohammad Nuh) mengatakan bahwa jumlah peserta UKA yang dinyatakan lulus berjumlah 249.001 orang dari 281.016 orang yang ikut uji kompetensi (98,30%).Jumlah guru yang mendaftar sebanyak 285.884 orang,namun tidak ikut UKA sebanyak 4.868 dengan berbagai alasan.Kursi yang tersedia dalam PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) sebanyak 250.000,dengan demikian ada 999 kursi PLPG yang tidak terisi.

                Berikut hasil nilai rata-rata UKA untuk setiap tingkatan :

    No

    Tingkatan

    Peserta

    Nilai Rata-rata

    1

    TK

    23.753

    58,87

    2

    SD

    164.153

    36,86

    3

    SMP

    51.238

    46,15

    4

    SMA

    18.125

    51,35

    5

    SMK

    15.105

    50,02

    6

    SLB

    2.446

    49,07

    7

    PENGAWAS

    606

    32,58

                Berikut hasil perolehan niai tertinggi untuk setiap Tingkatan Baca lebih lanjut

    Pembayaran Distop dan Terancam Dikembalikan ke Negara

    TPP untuk Honorer non APBN/APBD dan Guru Nakal

    JAKARTA – Besok (25/11) seluruh guru di Indonesia merayakan Hari Guru yang ke-66. Diperkirakan, tidak ada suka cita dan proses tiup lilin dalam perayaan hari ulang tahun guru ini. Pasalnya, penyaluran tunjanganan profesi pendidik (TPP) bagi guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer bakal distop. Selain itu, bagi guru yang terbukti nakal saat proses sertifikasi guru, TPP terancam harus dikembalikan ke kas negara.

    Ancaman keras ini tertuang dalam surat edaran yang diteken Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na”im. Surat edaran ini juga ditembuskan mulai dari menteri hingga jajaran eselon satu lingkungan kementerian berslogan Tut Wuri Handayani itu.

    Ada beberapa poin penting dalam surat edaran bernomor 088209/A.C5/KP/2011 ini. Poin pertama, ditujukan untuk GTT atau guru honorer dimana SK pengangkatannya bukan oleh pejabat yang berwenang, dan gajinya bukan dari APBD atau APBN. Guru honorer yang digaji non APBD atau APBN ini, lazim disebut guru honorer kategori II. Dalam surat edaran tadi, guru honorer kategori II ini tidak bisa disertifikasi.

    Ketentuan serupa juga ditujukan untuk GTT atau guru honorer di sekolah swasta yang SK pengangkatannya bukan oleh yayasan. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo di Jakarta kemarin (23/11), ada beberapa guru honorer di sekolah swasta yang mengantongi SK dari kepala sekolah. “SK-nya bukan dari ketua yayasan,” kata dia. Baca lebih lanjut

    Sertifikasi Profesi Bakal Singkirkan Guru Senior

    JAKARTA (Suara Karya): Rencana uji kompetensi bagi para guru untuk mendapat sertifikasi profesi pada tahun 2012, dinilai Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo bakal “menyingkirkan” guru berusia diatas 50 tahun. Pengalaman selama ini menunjukkan guru senior sering kesulitan dalam mengerjakan soal ujian.

    “Semakin tinggi usia semakin sulit untuk mengingat. Ini alamiah. Saya khawatir, guru usia diatas 50 tahun banyak yang tak lulus kompetensi,” kata Sulistiyo kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (15/11).

    Menurut Sulistiyo, pelaksanaan uji kompetensi tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 74 Tahun 2008 tentang Guru. Dalam PP tersebut ada kewajiban bagi pemerintah untuk memberi pelatihan dan pembinaan bagi guru. Seharusnya pemerintah melakukan pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu, baru melakukan uji kompetensi.

    “Uji kompetensi sebenarnya buat apa. Uji semacam itu hanya cocok bagi guru usia muda. Karena itu, kita lihat saja apakah uji kompetensi pada 2012 ini berhasil atau tidak. Baca lebih lanjut