• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

PENDIDIKAN GRATIS VS ANAK JALANAN

Para Guru Harus Hentikan Fenomena Pekerja Anak!

PH03425IHarus ada aturan tegas yang melarang perusahaan dan orang tua untuk tidak mempekerjakan anak-anak yang masih berusia di bawah 15 tahun.Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Unifah Rosyidi, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di acara pelatihan tentang ‘Pengurangan Pekerja Anak kerjasama PGRI – ILO IPEC’ di Jakarta, yang berlangsung sejak Sabtu hingga Senin (15/6).

Senada pernyataan itu, Peter van Rooj, Deputy Director ILO Jakarta, pun mengatakan bahwa organisasi guru maupun sekolah sebetulnya dapat membantu menghentikan fenomena pekerja anak. Para guru bisa menjadi agen yang kuat untuk menahan anak supaya tetap berada di sekolah.”Guru-guru berhubungan dengan anak-anak, mereka mesti bisa mempengaruhi pemikiran anak-anak mengenai pentingnya pendidikan,” ujar Peter.

Peter menambahkan, hanya dengan intervensi pendidikan itulah pekerja anak bisa dihentikan. Artinya, lanjut Peter, bangsa ini bisa menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik karena menikmati pendidikan yang juga baik.

Untuk itulah, guna membekali pendidik di Tanah Air untuk menyadari betapa buruknya dampak pekerja anak, PGRI bersama ILO IPEC menerbitkan buku manual berjudul ‘Child Labour: An Information Kit for Teachers, Educators, and Their Organizations’. Buku itu dimaksudkan sebagai referensi bagi para guru untuk bisa menarik kembali anak dari pekerjaannya agar senang belajar dan kembali ke sekolah.

Demikian artikel yang saya kutip dari Kompas.com edisi 15 Juni 2009.Memang kalau kita lihat itulah realita yang terjadi di masyarakat kita.Betapa sedihnya saya sebagai pengawas sekolah manakala melihat anak-anak jalanan di setiap stopan lampu merah bergerombol meminta-minta,padahal usia mereka masih usia sekolah,sering kita lihat di pelosok-pelosok mobil-mobil yang meminta sedekah ke setiap rumah di pinggir jalan dengan dalih meminta sumbangan dengan mempekerjakan anak usia sekolah,belum lagi puluhan,ratusan bahkan lebih anak-anak yang dipekerjakan di pabrik-pabrik,industri kecil,dll.Itu hanyalah contoh kecil yang saya gambarkan,masih banyak lagi fenomena anak-anak negeri ini yang bernasib seperti itu.Bukankah seharusnya mereka ada di bangku sekolah,bukankah seharusnya mereka menikmati pendidikan dasar seperti anak-anak lainnya?

Sesungguhnya pemerintah sudah berniat baik dengan program wajardikdas 9 tahun,bahkan tahun ini untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah pemerintah telah meluncurkan program sekolah gratis.Melalui blog ini saya mengajak para guru,kepala sekolah,pengawas sekolah untuk menggiring mereka agar mau bersekolah,apalagi bulan depan sudah memasuki masa Penerimaan Siswa Baru(PSB),atau mungkin pembaca punya solusi atau “jurus ampuh” untuk mengatasi masalah ini ?

Satu Tanggapan

  1. setuju sekali Pak, saya juga sangat sedih melihat banyak sekali calon-calon generasi muda Indonesia yg harus bekerja dalam kondisi masih kecil, seharusnya mereka mendapatkan pendidiakn yang wajar.
    mungkin sebaiknya pemerintah dan pihak yg berwenang lebih memeperhatikan dan lebih gencar lagi dalam emngajak dan menyadarkan anak-anak jalanan agar mau untuk sekolah
    kebanyakan anak jalanan malas untuk sekolah karena mereka sudah merasakan enaknya memiliki uang sendiri walaupun sedikit, sehingga perlu adanya perubahan mainset dari anak2 tersebut
    semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: