• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

LAGI-LAGI MASIH SEPUTAR SERTIFIKASI GURU

Depdiknas Ancam Cabut Sertifikat Profesi Guru

ikon4Sertifikasi guru yang dimulai sejak 2007 hingga kini masih menyisakan banyak pekerjaan bagi pemerintah (depdiknas).Mulai dari tahap persiapan,pelaksanaan,hingga pembayarannya pun yang sering telat masih saja bermasalah.Belum lagi ratusan ribu guru yang masih antri untuk dapat giliran sertifikasi,ditambah guru-guru yang hingga kini belum memiliki ijazah S1(sarjana) yang sangat berharap untuk mendapat kesempatan ikut sertifikasi,ditambah rekan-rekan kita para pengawas sekolah yang pada 2009 ini belum mendapat giliran sertifikasi (terutama para pengawas dan guru-guru dari departemen agama yang quotanya amat sedikit).Dapat kita bayangkan betapa rumit nya masalah sertifikasi guru ini bukan ?

Bagaimana dengan guru-guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik dan tunjangan profesinya sudah dibayar? Banyak cerita yang saya dengar dari rekan-rekan guru bahwa masih banyak guru-guru yang notabene sudah mendapat sertifikat Pendidik tetapi prilakunya tidak mencerminkan guru yang professional. Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana dimuat dari (http://enewsletterdisdik.wordpress.com yang dikutip dari Koran SINDO) menyebutkan :

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengancam akan mencabut sertifikat profesi guru,apabila tenaga pendidik tersebut tidak menjalani profesi dengan baik. Antara lain yang menjadi sorotan Depdiknas terkait jam mengajar.

“Guru yang tidak mengajar selama 24 jam,tidak menjalankan profesinya dengan benar. Maka sertifikat profesi guru akan dicabut,” kata Direktur Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Achmad Dasuki di Jakarta kemarin.

Direktorat Jenderal PMPTK tengah menyusun evaluasi sertifikasi guru yang akan berjalan selama 2007 hingga 2012.“Jika guru besertifikat tidak memenuhi profesinya, maka sertifikat itu akan kami cabut. Dia tetap PNS, tapi tidak jadi guru lagi. Jadi tukang ketik saja di kantor pendidikan setempat,”ujarnya. Menurut dia, sanksi pencabutan sertifikat ini wajar dilakukan untuk memacu profesionalisme guru dalam mendidik

Hal ini karena adanya kecenderungan di berbagai tempat guru menjadi malas mengajar. “Guru seharusnya terpacu untuk lebih kreatif dan profesional dalam mengajar, tapi kebanyakan akibat pendidikan gratis guru jadi malas karena merasa tidak memiliki penghasilan sampingan,” ungkap Dasuki.

Demikian mudah-mudahan saja semua masalah yang berkaitan dengan sertifikasi guru(termasuk pengawas) di dalamnya cepat tuntas dan membuahkan hasil yang positif yang mampu mensejahterakan guru dan terutama dapat meningkatkan profesionalisme guru yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan prestasi siswa dan mutu pendidikan Indonesia.

9 Tanggapan

  1. Masih ada yg antipati dg program pemerintah, ini membuktikan masih ada celah dan tidak profesionalisme pelaksanaan program tsb. Sy ngajar di SD di daerah terpencil pun gak terlepas dari masalah sertifikasi. Guru2 hy berlomba untuk kesejahteraan dan menganaktirikan kerja profesionalisme guru.
    Semestinya sertifikasi tidak dijadikan peluang untuk bekerja tidak profesional oleh guru. Guru wahai guru…
    @.Benar Pak,Niat pemerintah itu baik,tetapi di lapangan kita banyak menemukan cara-cara yg ditempuh guru (oknum) tidak terpuji demi untuk mendapatkan tunjangan profesional.

  2. Sertifikasi guru sekarang menjadi harapan bagi guru….untuk meningkatkan kesejahteraan, namun…kenyataannya benar….apa yg dikata…….makin runyam…..karena fakta yg ada …..tdk menyentuh semua guru.

    @.Mungkin para guru harus bersabar bu,karena masih banyak waktu hingga 2014.Yang menjadi hambatan karena adanya quota.

  3. saya pikir proyek sertifikasi lebih baik diganti ama bea siswa aja…biar bisa lanjutin sekolah, biar gurunya tambah pinter. Lagian…bagi saya keberhasilan guru mendidik bukan dilihat dari sertifikat, tapi dari kualitan siswa/alumninya, toh banyak yang S1 or S2 yang gagal dalam mendidik ya ga??????

    Dari H.Indra :
    Benar Pak,tapi yang berhasil juga banyak,Kalau saya pak sertifikasi jalan,beasiswa banyak,guru nya profesional,siswanya pinter-pinter…he….he (maunya)
    Terima kasih Pak Ozan atas komentarnya.

  4. begini mas H. Indra,. . betul memang penghasilan guru bertambah, tapi TAMBAHAN ini yang jadi prioritas pengejaran guru bukan mengejar KUALIFIKASI,. . akhirnya tewrjadi pembiasan antara tujuan MENDIKNAS dengan tujuan PRIBADI guru, Krena dilapangan yang saya ketahui Guru hanya mengejar penghasilan tambahannya BUKAn mengejar peningkatan KUALIFIKASInya

    Dari H.Indra :
    Ya memang faktanya harus kita akui di lapangan seperti itu,yang harus kita ubah mungkin paradigmanya karena ini menyangkut moralitas guru,dan pada prosesnya pemerintah harus ekstra ketat mengontrolnya.
    Terima kasih.

  5. Ya, seharusnya sertifikasi itu dicabut, karena banyak ketidakadilan. saya juga guru dan merasakan ketidakadilan itu masa guru diknas sertifikasinya di depag terus terang kami dianaktirikan.

    Dari H.Indra:
    Mungkin bapak guru agama yang diangkat diknas.Sesungguhnya sertifikasi sangat bermanfaat bagi guru dalam meningkatkan profesionalisme.Menurut informasi,diknas tidak menyediakan asesor agama,karena mungkin depag lebih berwenang.

  6. Percuma Mas ada sertifikasi, GURU hanya berlomba mengumpulkan sertifikat.
    Alhamdulillah ada hikmahnya, membuka LAPANGAN kerja bagi pengangguran yang KREATIF untuk berdagang setifikat.
    Akhirnya bukan terciptanya guru bersertifikat, tapi lahirnya guru PEMBURU sertifikat

    Dari H.Indra :
    Kalau menurut saya sih gak percuma pak,karena guru akan bertambah penghasilannya.Cuma dalam prosesnya banyak guru yang nakal untuk memenuhi sertifikasi itu,seperti hal nya yang dicontohkan bapak.Ke depan mudah-mudahan akan lahir guru-guru bersertifikat yang profesional.
    Terima kasih,Salam.

  7. Seharusnya pemerintah tidak HANYA punya niat mengevaluasi setelah muncul gejala atau kejadian, tetapi HARUS disatupaketkan instrumen evaluasi dan sanksi . Karena GURU juga MANUSIA, yang alasannya selalu banyak khilaf.

    Dari H.Indra :
    Nah, yang ini saya setuju dengan pak Bambang.Mungkin prosedurnya bertahap pak,karena menyangkut jutaan guru yang ada.

  8. lho, apa berita ini bukan satu bukti lagi
    bahwa seperti halnya ujian nasional
    semuanya kan dipolitisir
    ngaku aja lah!

    Dari H.Indra :
    Bisa iya bisa enggak kan,Mas ? Buktinya sampai hari ini tunjangan profesi itu belum nongol juga.Guru…oh guru.

  9. Wah…wah urusan sertifikasi guru makin runyam aja nih.Yang saya inginkan mah pemerintah lebih adil dan bijak agar sertifikasi ini bisa menyentuh semua guru yang berhak untuk disertifikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: