• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MODEL TIM (TEAM TEACHING)

266Seorang guru SMP di Sumenep kab.Madura pernah mengajukan pertanyaan pada rubrik Metropolis di Jawa Pos.com,Pak Suedi S.Pd,demikian nama guru tersebut,beliau menanyakan bagaimana cara melaksanakan pengajaran secara Tim dengan benar,berikut ini saya kutip jawaban selengkapnya dari Drs.Martadi Msn:

Permasalahan yang Bapak rasakan merupakan permasalahan umum yang dialami guru bidang studi yang hanya memiliki rombongan belajar kecil, sementara jumlah gurunya terlalu banyak. Padahal, minimal mengajar 24 jam merupakan persyaratan pokok untuk dapat mencairkan tunjangan profesi bagi guru yang telah lulus sertifikasi. Sebagai salah satu solusinya, sudah banyak sekolah menerapkan pola Team Teaching).

Team teaching dapat dimaknai sebagai:

1) Pembelajaran pada sekelompok murid dalam satu mata pelajaran yang diajarkan lebih dari satu guru, secara terpisah, pembagian tugas berdasar materi yang disepakati, sesuai dengan kemampuan/bidang keahlian,

2) Pembelajaran satu mata pelajaran pada sejumlah kelas oleh sejumlah guru, dengan pembagian tugas per kelas/satu guru, dan

3) Pembelajaran satu mata pelajaran pada sekelompok murid/satu kelas, oleh dua orang atau lebih, bersama, bekerja sama, berkolaborasi antara guru-murid dalam waktu pertemuan yang sama. Team teaching juga dikenal dengan istilah mengajar dalam satu tim (lebih dari satu orang), pengajaran beregu, atau collaborative teaching. Pelaksanaan team teaching dapat dilakukan melalui berberapa pola antara lain:

1) Sejumlah guru mengajarkan mata pelajaran sama, di kelas berbeda-beda (bahasa Indonesia, matematika, fisika, ilmu pendidikan, sejarah). Perencanaan materi, bahan ajar, atau hand out dilakukan bersama-sama, penyajian dan evaluasi dilakukan secara berbeda (sendiri-sendiri).

2) Setiap guru melakukan perencanaan, menentukan materi, penyajian, dan evaluasi secara sendiri-sendiri, lalu hasil evaluasi digabung.

3) Satu mata pelajaran (teori/praktik) diajarkan tiga orang guru secara bersama-sama, mulai perencanaan, pelaksanaan, penilaian bersama-sama secara variatif.

4) Pelaksanaan bersama, seorang guru sebagai penyaji atau menyampaikan informasi, seorang guru membimbing diskusi kelompok atau membimbing latihan individual.

5) Anggota team teaching secara bergantian menyajikan topik atau materi. Diskusi dan tanya jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim.

6) Seorang guru (senior) menyajikan langkah-latihan, observasi, praktik dan informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok, setiap kelompok dipandu seorang guru (fasilitator). Akhir pembelajaran masing-masing kelompok menyajikan laporan (lisan/tertulis) dan ditanggapi bersama serta disimpulkan bersama.

Ada baiknya team teaching sekaligus dioptimalkan sebagai bentuk implementasi lesson studi untuk memperbaiki pembelajaran dan hasilnya bisa dituliskan dalam bentuk laporan penelitian tindakan kelas. Dengan demikian, team teaching bisa sekaligus mengatasi masalah kekurangan jam mengajar, dan menambah karya tulis ilmiah, baik untuk keperluan melengkapi dokumen portofolio maupun untuk keperluan kenaikan pangkat ke golongan IV/a atau IV/b.Selamat melaksanakan Tim Teaching(*/Hud)

Sumber : Jawa Pos, 30 januari 2009,Tulisan ini dimuat juga di situs Klub Guru Indonesia )

16 Tanggapan

  1. Sekarang TT ada payung hukumnya… tapi bayak sekolah yg belum tau bagaimana menuangkan dalam bentuk SK mengajar… ada yg bisa beri petunjuk gak???

  2. bu. Diyah, gmn to? Kita kan memang lagi nyari 24 jam ngajar. Segitu saja sulit kok mau 36. Jd siapa takut?

  3. utk sementara team teaching bagus, tapi jangan permanen karena wilayahnya sama saja, namun perlu di waspadai masalah kepadatan penduduk di kota, lebih baik guru-guru yg kurang 24 jam harus di data oleh pihak sekolah dan manajemen sekolah agar di kondisikan dengan sekolah lain yang memang kekurangan guru atau lebih baik dimutasikan ke daerah-daerah sebagai salah satu utk membantu pemerintah utk pemerataan pembangunan, jika di kota menumpuk manusia maka akan terjadi penyakitan tapi klo terjadi penyegaran atau pemerataan maka pembangunan di wilayah indonesia akan merata dan tidak terjadi kesenjangan sosial, perlu di tata dengan sebaik-baiknya. kan sebelum pns dulu ada namanya surat pernyataan utk bersedia di tempatkan di seluruh wilayah Indonesia? kenyataannya mana? malah setelah jadi PNS banyak minta pindah ke kota dengan cara pdkt dan sogok-menyogok yg penting ….. nah inilah yang menjadi kesembrautan tata laksana administrasi yang menyebabkan kangkalikong, wahhh … gimana indonesia ini mau maju klo satrianya hilang…rasa nasionalismenya menipis? tolong hal ini perlu diperhatikan dan ditatalah dengan baik oleh para pejabat yang berwenang … hilangkanlah absnya …. tapi jadilah manusia yang bermanfaat bagi bangsa ini, atau jadilah manusia yang berjiwa pembangun generasi bangsa di seluruh wilayah NKRI … amiinnn.

  4. team teaching berlaku sampai kapan ya?kata KS saya,nasib team teaching hanya sampai tahun ini saja(2010/2011).hbs itu trus gmn dong,nasib guru yg ga dpt jam?????
    @.Kalau menurut saya kan salah satu tujuan team teaching itu untuk mengatasi kekurangan jam ngajar guru,tenang aja bu,Pasti nanti ada solusinya.

  5. Pak apakah guru tunggal termasuk dalam team teaching atau bukan ?
    @.Bukan

  6. Di sekolah kami, telah menerapkan Team Taching dari Tahun 2004,
    Pada waktu itu, Masalah Dasar Hukum belum ada, karena sekolah kecil dan guru banyak merupakan permasahan di sekolah.
    Jadi dg pertimbangan guru banyak, maka kami melaksanakan team teaching.
    Jangan kuatir pak/bu, masalah TT sangat OK lhooooo…….

  7. kalau team teaching di akui untuk guru yang sudah lulus sertifikasi kirimkanlah petunjuknya kesekolah-sekolah jangan cuma bicara doang bos. jada biar pak umar bakri tidak merasa gelisah
    @.Pedoman umum sudah ada pada :Pedoman Tugas Guru Dan Pengawas (Lihat di materi Blog),Tapi secara khusus belum ada

  8. Wah ternyata TT bisa berfungsi ganda ya, selain tuk meningkatkan kualitas pembelajaran juga bisa tuk mengatasi masalah kekurangan jam mengajar. Namun saran saya sebaiknya yg jam mengajarnya msh kurang pindah saja ke sekolah yang pengajarnya masih kurang, karena masih banyak sekolah yg kurang pengajarnya dari pada yang kurang jam mengajarnya, tentu saja adanya didaerah terpencil. Ma’af hanya sekedar usul….

  9. Sementara ini hemat saya untuk memenuhi kebutuhan guru yang harus mengajar 24 jam yang paling relevan hanya dengan TT. Mengapa tidak boleh? Dirjen PMPTK telah mengeluarkan Pedoman Pembagian Jam Kerja Bagi Guru sejak tahun 2008, kan sudah jelas aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dan lagi dengan TT tentu proses dan hasil pembelajaran akan jauh lebih baik daripada diajar oleh satu orang, karena ada kolaborasi dalam segala hal sehingga kekurangan salah seorang guru bisa dibantu oleh patnernya. Namun semua itu bisa baik asaaaal dilaksanakan secara konsisten bukan pembelajaran bergantian Pak Guru. Tentang SK saya kira KS bisa menambahkan keterangan yang riil, kalau tidak boleh justru muncul SK dobel karena mencukupi kebutuhan. Hal itu malah guru yang tidak mendapat jatah jam dia tidak mengajar tetapi minta SK yang terpenuhi jamnya.
    @.Setuju ,Pak.

  10. yang jelas itu perlu adanya dasar hukum yang jelas agar bapak- ibu guru mantep melaksanakannya

  11. betul tuh mas pandu, kita juga pernah pake tim teaching tapi dipertanyakan jatah jam mengajarnya,

  12. TEAM TEACHING PERLU JUKNIS YANG JELAS
    Kelihatannya permen 39 blm sampai ke situ, dihargai berapa jam jika ngajar 2x35menit 4 orang. Pd waktu jd KS pernah melakukan itu utk menanggulangi guru numpuk, tp stlh ada sertifikasi trus ribut, semua minta 24jam engkel. Praktis yg blm kebagian sertifikasi jd “nyantai”. Kalau diberi tugas…. malah ngomong : “tuuuuu yg sertifikasi tu….. gua khan 50 tahunnya masih lama”.
    Masalah lagi……, gak ana rampunge Mas…?!

  13. untuk ngajar team teaching sangat mengasyikkan..bukannya apa..klo kita patneran dgn guru senior yg kita sndiri msh yunior (kn bs nimba ilmu dr mrk..guru senior red!) trus kita jg dpt mngatur pokok2 bhsn apa aza yg mo’ dibahas lalu ini sgt cocok skli dipakai untuk guru produktif yg byk ngelakukn praktek yg otomatis klo kita sndri sgt sulit ngatur anak2 diruang praktek..pokokx OK deh..asal guru yg satux ga males2n aza..pasti BERMUTU..
    @. Setuju bu,dalam pembelajaran yang kooperatif team teaching sangat mengasikan dan tidak membosankan siswa.

  14. Dengan team teaching sekaligus dioptimalkan sebagai bentuk implementasi lesson studi untuk memperbaiki pembelajaran sangat setuju banget, apalagi untuk semua mata pelajaran. Lebih dari 24 jam, siapa takut, tidak apa-2, Di era tahun 80 an guru mengajar 2-3 mata pelajaran dan beban kerja lebih 36 tatap muka, juga tidak tambahan insentif. Ayo yang penting semangat memajukan bangsa, di era krisis multidimensi ini, yang kita punya hanya tinggal guru di garis depan

    @. Setuju sekali dengan Bu Dyah.Mudah-mudahan banyak guru yang baca komentar ibu ini.Trims.

  15. Wah kebetulan sekali, saat ini saya juga sedang mengerjakan thesis yang berkaitan dengan team teaching. Memang pada kenyataannya, solusi ini sangat bagus sekali diterapkan di sekolah-sekolah (SEPAKAT dengan bu Lastri) tapi yang saya sesalkan kebanyakan guru atau kebijakan sekolah menerapkan sistem ini karena munculnya Peraturan Menteri yang baru berkaitan dengan tuntutan beban mengajar seminggu selama 24 jam. Tu sangat disayangkan sekali. Di Jepang, team teaching sudah diberlakukan tapi dengan tujuan untuk mneingkatkan kualitas pendidikan disana.
    Saya sangat berharap, kita bisa mencontoh hal baik tersebut.
    Untuk semua guru Indonesia, walaupun sebagai tuntutan beban mengajar tapi alangkah baiknya kita meluruskan kembali niatan kita dalam mendidik generasi kita saat ini, sepeti yang termaktub dalam UUD’45: “Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa”
    SEMANGAT buat asemua guru Indonesia!!!

    @.Sepakat Bu Uun,mari kita terapkan hal-hal yang baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan,semoga thesisnya lancar dan dapat menyumbangkan ilmu untuk kemajuan pendidikan kita.

  16. Solusi yg bagus,tapi jangan hanya sekedar memenuhi beban mengajar 24 jam saja,tapi perhatikan proses nya agar mutu mengajar tetap optimal.

    @ Bener bu Lastri,setuju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: