• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 341,556 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

KONDISI KERJA GURU INDONESIA MASIH BURUK

Peringatan Hari Guru Sedunia atau World Teachers Day setiap tanggal 5 Oktober di seluruh dunia ditetapkan oleh Unesco bertepatan dengan dikeluarkannya Recommendation concerning the Status of Teachers oleh konferensi khusus antar pemerintah yang diselenggarakan oleh Unesco dan ILO.Rekomendasi yang dikeluarkan oleh dua badan dunia yang menangani pendidikan dan ketenagakerjaan tersebut berisi 13 bab dan 146 pasal yang mengatur soal pekerjaan profesi guru tanpa diskriminasi dan menempatkan posisi guru sangat strategis dan bermartabat.

Bercermin pada rekomendasi status guru yang telah dikeluarkan 43 tahun yang lalu, nampaknya kondisi kerja yang dapat mendorong kualitas guru untuk menciptakan pendidikan yang bermutu di Indonesia, khususnya guru swasta dan honorer /Non-PNS (guru kontrak, guru bantu, guru sukarelawan) masih jauh dari harapan. Mereka masih mengalami diskriminasi.

Padahal diskriminasi dalam pekerjaan secara konstitusional jelas-jelas tidak dibenarkan. Tetapi diskrimansi terhadap guru swasta terjadi di beberapa Kota/kabupaten. Guru swasta tidak mendapat tunjangan daerah karena tersandung Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, serta Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 yang intinya melarang seluruh kabupaten/kota di Indonesia memberikan tunjangan kepada pegawai non-PNS.

Untuk memperbaiki buruknya kondisi kerja yang diperoleh guru selama ini maka Dewan Pembina Pusat Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) menyampaikan sikap supaya pemerintah serius memperbaiki kondisi kerja guru. Sekretaris Jenderal FGII Iwan Hermawan, Minggu )4/100), menyampaikan FGII menuntut adanya subsidi gaji setara upah minimum provinsi atau kota/kabupaten, dan tunjangan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek)) untuk guru-guru swasta dan honorer /Non-PNS yang dibayarkan oleh negara/pemerintah.

Selain itu, para guru menuntut komitmen negara (pemerintah, pemda/pemkab/kota dan DPR/DPRD) untuk wajib memberikan perlindungan kepada guru,menghaapuskan sistem kerja kontrak bagi guru swasta dan honorer Non-PNS. WAkil rakyat di DPR RI yang baru dilantik diminta untuk merevisi pasal-pasal diskriminatif dalam Undang-Undang Guru dan mendesak pemerintah menghapus pasal-pasal diskriminatif dalam PP Guru.


Kompas.com, 4 Oktober 2009

Iklan

6 Tanggapan

  1. Kondisi kerja guru masih buruk tahun ini, tahun depan, dan tahun berikutnya, karena yang jadi guru itu adalah orang Indonesia yang tamat sekolah lewat Ebtanas/UN lalu kuliah di Indonesia yang sistem pendidikannya masih buruk seperti mesin yang sering dibongkar pasang, jadi tunggu saja hasilnya tahun 2017 apa masih buruk?

  2. Guru mari kita tingkatkan profesionalisme di tahun 2010.
    HIDUP GURU……………………………….!!!!!!
    @.Hiduuuuuuuuuuuuuuuuuup !

  3. BENAAAAAAAAAAAAAAAAR. Pemerintah sepertinya setengah hati untuk mencerdasakan bangsa ini. setengah hati untuk meningaktakn kuaitas pendidikan. setengah hati untuk meningkatkan taraf hidup guru. ya hasilnya juga setengah setengah

    @.Mungkin terlalu banyak manusianya,pak?

  4. Tul Tul Tul betul Itu. Jadi harus Bagaimana ? jangan NATO. Not Action Talk Only
    @.Harus berubah paradigmanya.

  5. salam,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, tulisan yg menarik 🙂 … lam kenal yee

    @.Terima kasih atas kunjungannya.Senang bisa dikunjungi seorang eksekutif muda yang pakar internet.
    Salam,

  6. banyak guru penyandang PAK PALSU diDINDIK Kulon Progo masih menerima tunjangan sertifikasi, aneh ya. Mestinya sertifikat mereka sebagai guru profesional dicabut, anehnya pihak PEMBERI sertifikat guru profesional KOK DIAM SAJA. PRIPUN PAK PENGAWAS. Atau kita sarankan para guru pakai PAK PALSU toh kalau ketahuan juga gak ada sangsinya.

    @. Ini kan contoh kasus ya mas,tapi tidak boleh dibiarkan.Pemda setempat seharusnya tidak menutup mata.Juga rekan-rekan pengawas di Kulon Progo harus membina guru-guru agar tidak melakukan hal-hal yang tidak benar.Tapi jangan menyarankan guru-guru pakai PAK PALSU,lho mas.Nanti ikut dosa……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: