• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

REDISTRIBUSI GURU : SEBUAH TANTANGAN UNTUK GURU-GURU

Kegiatan Guru dalam MGMPSampai saat ini nampaknya pemerintah masih kesulitan dalam mengatasi “kekurangan guru”.Banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan guru tersebut;sebut saja  Jumlah guru yang sangat besar yaitu 2.783.321 orang, termasuk sekitar 477.000 orang adalah guru di bawah Departemen Agama,pendataan guru yang belum sepenuhnya selesai sehingga sulit untuk mengetahui supply and demand.Betulkah bahwa jumlah guru di Indonesia itu kurang?Menurut data analisis  yang dikemukakan dirjen PMPTK bahwa rasio sekolah dan guru itu menunjukan bahwa secara nasional jumlah guru yang ada sudah cukup,akan tetapi penyebaran ( distribusi) guru belum merata sehingga masih banyak daerah terutama daerah terpencil yang kekurangan guru,apalagi guru berkualitas. Untuk itu sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk menyusun strategi khusus yang bisa mendorong guru agar bersedia mengajar di daerah manapun.Ini penting untuk meningkatkan kualitas anak didik secara merata diseluruh pelosok wilayah Indonesia.

Harapan akan peningkatan profesionalitas dan pemerataan distribusi guru itu menjadi salah satu isu pokok dalam Sesi Sidang Komisi Kesejahteraan Rakyat khusus komisi Reformasi Pendidikan dalam Rembuk Nasional (National Summit) 2009, Jumat (30/10), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.(Kompas.com), “Jumlah guru perlu ditambah hingga ke daerah-daerah terpencil, karena masih banyak daerah yang kekurangan guru,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono seusai pembukaan Rembuk Nasional.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengakui, Pemerintah memang tidak bisa memaksa guru untuk bertugas di daerah-daerah yang khusus. Namun Pemerintah bisa memberikan insentif khusus bagi guru yang bersedia bertugas di daerah-daerah khusus tersebut.

“Siapa yang mau menjadi guru di daerah khusus seperti di perbatasan atau daerah terpencil akan diberi insentif baik finansial, percepatan kenaikan pangkat, atau lainnya,” kata Nuh, yang menempatkan rencana redistribusi guru itu sebagai program 100 harinya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas Fasli Jalal menambahkan, guru yang bersedia mengajar di daerah khusus tersebut otomatis diberi tambahan satu kali gaji pokok meskipun belum memiliki sertifikat. Selain berbentuk finansial, harus ada insentif lain berbentuk penghargaan seperti peluang mendapatkan beasiswa atau dipindah ke daerah lain lebih cepat.

“Jangan sampai ada rasa bosan atau kekhawatiran akan tertahan di daerah dalam waktu lama,” ujarnya.Sebelum proses redistribusi guru tersebut dimulai, Pemerintah Pusat dan Daerah harus memetakan lebih daerah-daerah yang masuk kategori khusus. Hanya saja, memindahkan guru dari satu sekolah ke sekolah lain akan sulit jika perhitungan akan kebutuhan guru itu sendiri tidak tepat.Namun begitu, Depdiknas optimis dalam waktu 2 tahun mendatang seluruh proses redistribusi guru akan selesai. Redistribusi tersebut termasuk penentuan nasib guru honorer yang kini jumlahnya mencapai 580 ribu orang di sekolah negeri di kota-kota besar.

Nasib guru honorer ini setidaknya akan lebih jelas mulai tahun 2010. Pasalnya, menurut Direktur Profesi Pendidik Depdiknas Achmad Dasuki, ada kebutuhan guru sebanyak 737 ribu orang selama kurun waktu 2010-2014.

“Sekitar 300 ribu diantaranya akan menggantikan guru yang memasuki masa pensiun. Redistribusi ini harus segera dilakukan. Jika tidak, selamanya akan ada sekolah yang kelebihan guru atau kekurangan guru,” ujarnya.

Yang menjadi masalah sekarang bersediakah guru-guru untuk dipindahkan dan ditempatkan di daerah yang bukan pilihannya bahkan di daerah terpencil sekalipun?

Sumber :

Direktorat Jendral PMPTK ,

http://www.kompas.com

 

9 Tanggapan

  1. Saya guru sd di kota cimahi. Saya bersedia apabila saya dimutasikan ke daerah terpencil. Masalahnya saya tidak tahu caranya bagaimana? Mhn bantuannya.
    @.Nanti ada pemetaan dari Dinas pendidikan setempat,kalau bersedia silahkan mengajukan diri ke disdik.

  2. kenapa tidak mencoba mencari mahasiswa2 di kampus2 yang khusus mendidik mahasiswanya untuk jadi guru, disana juga ada beberapa mahasiswa yang ingin kerja diluar jawa untuk menjadi guru…
    mereka juga bisa diandalkan untuk memeratakan pendidikan di negri ini kq..
    @.Barangkali untuk jadi “guru” harus ada persyaratan khusus,tidak sekedar bisa “mengajar” tapi harus mampu “mendidik”.

  3. Nasib guru honorer ini setidaknya akan lebih jelas mulai tahun 2010. Pasalnya, menurut Direktur Profesi Pendidik Depdiknas Achmad Dasuki, ada kebutuhan guru sebanyak 737 ribu orang selama kurun waktu 2010-2014.

    Yang menjadi masalah sekarang bersediakah guru-guru untuk dipindahkan dan ditempatkan di daerah yang bukan pilihannya bahkan di daerah terpencil sekalipun?(sumber, http//pengawas 20)

    Menurut saya persoalan diatas solusi salah stunya adalah memberikan pilihan pada tenaga honorer untuk diangkat didaerah yang membutuhkan, jadi persoalan pengangkatan tenaga honorer yang masih tertinggal seperti guru bantu di DKI dapat diselesaikan, yang tidak mau ditempatkan didaerah sesuai kebutuhan ya tidak diangkat.

    Semoga usulan saya ini dapat di respon atau tanggapan dari Bapak Mendiknas dan Bapak direktur Profesi Pendidik Diknas, terima kasih.
    @.Usulan bapak sangat logis dan mudah-mudahan jadi pertimbangan pemerintah.

  4. dengan tunjangan profesi dan berlakunya Permendiknas nomor 39 tahun 2009,yang harus dilaksanakan di seluruh kota dan pelosok negeri ini sesungguhnya Dinas Pendidikan Kab/Kota tak perlu ragu tuk merealisasikannya.Demikian juga bagi Guru sesungguhnya sudah tak punya alasan lagi untuk menolak penempatan tugas,sehingga pemerataan pelayanan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan,dapat merata di seluruh wilayah negeri tercinta ini.

    @.Betul,pak Sawari,kuncinya;harus ada ketegasan dari disdik dan semua guru yg kena rotasi harus legowo.

  5. yang jadi permasalahan dalam batin saya (doang) bagaimana cara memaksakan kebijakan pusat di daerah, sebab selama ini masalah mutasi guru rusak oleh karena adanya surat sakti dari para pejabat, calo/makelar urusan, bahkan dari oknum yang katanya dari wakilnya rakyat, sehingga di daerah tidak melaksanakan permen, tapi juga tidak punya perda ttg mutasi guru, akhirnya ya saenake udele dewe………, makanya terjadi kesenjangan dalam pendistribusian guru, demikian juga dalam pengangkatan/mutasi kepala sekolah dan juga pengawas sekolah…… gitu …. lho……, gitu aja kok repaot. gimana…….. pak menteri………….. tergelitik ngga……?

    @.Inilah Indonesia……susahnya …ya ?

  6. Redistribusi guru sudah ada sejak jaman orde baru, dan tidak ada masalah mengapa sekarang orde reformasi kok menjadi sebuah tantangan ? Kelebihan guru yang menumpuk dikota dan kekurang guru di pegunungan ada sejak otoda. Ada satu sekolah yang kelebihan 17 guru atau ada guru beban mengajar 10 jam tatap muka, (SMP dan SMA), kalau tidak percaya di petakan, Kelebihan guru kalau dibiarkan ini merupakan bom dahsyat , dan 2 tahun lagi akan meledak bersama diterapkan permendiknas nomor 39 tahun 2009. Tinggal tunggu ketegasan pemangku kepentingan

    @. Benar ya,bu .yang penting pemerintah (Pemda/Diknas) harus serius dalam menyikapi permendiknas itu.

  7. Infonya bermanfaat, terima kasih. Salam persahabatan…
    (By: http://ryankharisma88.wordpress.com)

    @.Terima kasih,nanti saya juga berkunjung ke blog ryan.Salam.

  8. saya sangat setuju. permasalahan distribusi guru sebenarnya bukanlah hal yang sulit, tinggal ada / tidak kemauan yang tinggi dari instansi terkait. karena pada dasarnya setiap PNS sesuai dengan janjinya bersedia ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah indonesia. namun kenyataannya komitmen itu tidak dapat dilakukan dengan alasan2 tertentu.
    untuk itu kepada seluruh bapak/ibu gubernur/bupati/ walikota agar :
    – tidak dengan mudah untuk meredistribusi guru didaerah bapak.
    – Rekruitmen CPNSD agar lebih mengutamakan guru-guru yang sudah mengabdi puluhan tahun di daerah yang sangat membutuhkan guru/ kalau tidak diangkat saja mereka sebagai CPNSD karena mereka telah terbukti pengabdiannya.
    -kepada dinas pendidikan terkait agar bagian perencanaan dapat bekerja dengan baik tanpa ada intervensi dari siapapun.
    Depdiknas telah memberi waktu 2 tahun untuk perbaikan distribusi guru diseluruh indonesia, mudah-mudahan hal ini dapat dilakukan sesuai target. dan mudah-mudahan program redistribusi tersebut dapat terealisasikan. amin

    @.Benar Sekali pak Fadli,tinggal Sikap pemerintah/diknas di daerah harus tegas untuk membenahi guru,sesuai dengan aturan yang harus dijalankan. Trims.

  9. Betul, Pak . Salahsatu permasalahannya adalah distribusi. Guru lebih banyak (bertumpuk) di kota, sementara di daerah masih sangat kekurangan. Di daerah (terpencil) masih banyak terjadi, guru, baik yang PNS, maupun sukwan harus mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Padahal, target kita adalah wajardikdas yang berkualitas. Untuk itu, berbagai strategi diterapkan oleh pihak sekolah agar suasana pembelajaran tetap kondusif, dan sekecil apapun terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Dan, mudah-mudahan program redistribusi tersebut dapat terealisasikan. Amin.
    Hatur nuhun permendiknasna.
    @.Terima kasih untuk Pak Kepala sekolah SMPN 2 Ciampel Karawang atas komentarnya.Mudah-mudahan dinas pendidikan bisa menjalankan aturan ini sesuai pedoman pemerintah pusat sehingga redistribusi guru akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan guru dalam 2 tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: