• Flickr Photos

  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 349,752 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Rekomendasi Angkat Guru Honorer CPNS

Rapat Gabungan Mendiknas, Menag, Men pan, dan DPR

CPNS Perlu Segera Diangkat

CPNS Perlu Segera Diangkat

JAKARTA – Semua guru honorer harus diangkat menjadi CPNS. Itu salah satu rekomendasi rapat gabungan antara Komisi II, VIII, dan X DPR RI dengan Mendiknas M. Nuh, Menag Suryadharma Ali, Men pan E. E. Mangindaan, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Edy Topo Ashari di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (25/1).

Rapat gabungan itu juga merekomendasikan agar guru honorer yang tidak dibiayai APBN dan APBD mendapat perhatian. Terutama kesejahteraan mereka.

Rapat gabungan yang dipimpin Ketua Komisi VIII Burhanuddin Napitupulu itu menyepakati persoalan guru honorer harus dituntaskan menyusul segera disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal pengangkatan guru honorer. Guna mempercepat program itu, segera dibentuk panita kerja (panja). Anggotanya dari Komisi II, Komisi VIII, dan Komisi X.

Tugas panja adalah memberikan masukan untuk RPP supaya tidak ada diskriminasi terhadap guru honorer. Masa kerja panja berlangsung satu bulan.

Dalam rapat juga disepakati bahwa kesejahteraan guru menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota. ”Guru yang sudah menjadi CPNS, namun belum diangkat, harus segera ditetapkan menjadi PNS tanpa seleksi. Cukup dengan verifikasi administrasi,” terang Burhanuddin.

Para wakil rakyat meminta persoalan kesejahteraan guru menjadi fokus dalam pengangkatan guru PNS. Sebab, persyaratan pengangkatan guru PNS adalah kualifikasi S-1 dan berusia maksimal 46 tahun.

Menurut Wakil Ketua Komisi II Taufik Effendi, pengangkatan guru harus memperhatikan status dan kesejahteraan. ”Kalau secara status memang tidak memungkinkan untuk diangkat, harus dilihat aspek kesejahteraannya. Tidak harus menjadi PNS, bisa juga menjadi pegawai tidak tetap,” ujar Taufik.

Dia menjelaskan, pengangkatan guru honorer menjadi masalah sejak terbitnya PP No 48 Tahun 2005 jo PP No 43 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS. Berdasar PP tersebut, sejak November 2005 pemerintah tak diperkenankan lagi mengangkat tenaga honorer baru. Semua tenaga honorer yang bekerja di sekolah negeri akan diangkat menjadi CPNS paling lama Desember 2009.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding menambahkan, agenda lain yang dibahas panja adalah pengangkatan CPNS untuk mengakomodasi hasil keputusan DPR pada pertemuan Juli 2008 dan Oktober 2009. Juga akomodasi guru swasta yang tidak dibayar oleh APBN/APBD di sekolah negeri maupun swasta. ”Nasib guru swasta ini tetap tidak boleh dilupakan,” katanya.

Politikus PKB itu menunjuk nasib para pengajar honorer di madrasah, mulai tingkat ibtidaiyah hingga aliyah. ”Peran mereka tidak bisa diabaikan begitu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Mendiknas M. Nuh menjelaskan, sebelum terbit PP No 48 Tahun 2005, di antara 900 ribu guru, ada sekitar 104.000 yang belum diangkat menjadi PNS. Itu terjadi karena ada yang tercecer.

Selain itu, ada pembengkakan jumlah tenaga honorer. Berdasar data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), guru bukan PNS di sekolah negeri pada akhir 2005 mencapai 371.685 orang, dan pada akhir 2009 naik menjadi 524.614 orang.

Nuh mengatakan, pengangkatan guru dibutuhkan untuk meng-cover guru yang pensiun. Selain itu, dalam rangka pemerataan distribusi guru ke daerah terpencil yang rasionya di bawah standar. (kit/dyn/dwi)


Jawa Pos, 26 Januari 2010

Iklan

6 Tanggapan

  1. iya ferry itu namaku dan pekerjaanku buruh…eh salah guru?ngajar pangkatku koroner,…eh salah honorer, gajiku…?ngk kalah lah ma yg lainya paling cuma?kerjanya meendidik anak bangsa sama ajalah, itu aja sih biodataku,oke trims.salam budaya dan merdekallllah guruku juga merdekalah bangsaku,majulah terus pantang mundur kawan.

  2. honorer lagi honorer lagi…… aku heran jagan-jangan semuanya berlomba mendapatkan honor di luar tugasnya sehingga tugas semestinya tidak dilakukan…. sebut aja acara2 workshop, pelatihan dan tetek bengeknya yang masing2 di teken pejabat depag dan diknas apa selama ini perguruan tinggi dinilai kurang memenuhi syarat dalam meluluskan anak didiknya…. atau depag dan diknas ingin membuat seperti KLK / BLK (balai latihan kerja) tandingan universitas. eh…. apa karena biaya akomodasinya besar yaaaaaaaaa hingga potongan untuk tunjangan fungsional aja sampai 150 ribuan kok, atau untuk umum agar tidak mencolok dengan akomodasi 75 ribuan atau bahkan ada yang jualan sertifikat jalanan. negeri penuh kacang-kacang, negeri penuh aqua dingin2…… TF potongan 150 ribuan / 6 bulan. katanya buat yang ngetik dan kertas dan ongkos kirim ke propinsi kok besar sekali ya??? kalo 1 Sekolah 10 orang x 150 ribu jadi brp ya? kalo sekabupaten ada berapa sekolah dan ada berapa semuanya?????? apa tak cukup kalo keliling indonesia…. katanya sih kalo ndak mau dipotong jangan minta sana tuh urus sendiri trus beliau tugasnya apa ? apa hanya duduk doang? atau mau tak gantiin aku siap kerja tanpa memotong milik orang lain dan hanya menerima gaji pns aja…..

  3. Ada hal yang perlu dipikirka oleh DPR RI,Mendiknas, menpan dan pihak yg berkompeten. Sepertinya tdk fhm atas hal guru honor ini. Begini Bapak/Ibu DPR RI Yth : Yang perlu diketahui sebelum masuk pada persoalan kwalifikasi CPNS yg S1 tadi, Kebanyakan guru honor ini sedang menjalankan kuliah mengejar S1, jadi seharusnya mrk sdh direkrut ketika PP 48 2005 jo PP 43 2007, tapi tidak terakomodir oleh karena Persepsi/birokrat di daerah, nah mrk2 ini kan lulusan SPG/SGO/PGA dll yg berijasah keguruan pastilah krn mrk seharusnya masuk database ternyata tidak, nah ini yg harus diselesaikan dulu, baru masuk kwalifikasi S1 tentunya, toh mrk2 juga nantinya s1 juga malah lebih profesional dibandingkan dgn s1 yg baru lulus tanpa pengalaman itu, liat aja Angka kwalitas guru di Indonesia, baru lulus tanpa pengalaman mendidik inilah hasilnya…UN anjlok. gitu pa/bu. anggota DPR RI harus jeli melihat kondisi di lapangan, tahunan guru honor yng blm s1 itu menjerit krn ketiadaan dana ubtuk kuliah,,,toh mrk2 ini sdh mengejar s1 itu dgn entah uang dari mana, mungkin ngutang di sana sini demi wajib s1 itu, saran saya selesaikan dulu SPG/SGO/PGA dll yg sejenis…toh s1 yg baru lulus ini usianya masih muda2 banyak waktu di tahun mendatang, tp coba lihat usia kritis bagi guru honor yang mengajar di sekolah negeri,,,menjerit pa/bu. Trimakasih
    @.Saran bapak/ibu semoga diperhatiakan Dewan dan Mendiknas.

  4. Para pengambil keputusan pusat sudah saling sepakat segera akan mengangkat guru honorer menjadi CPNS.Kita tunggu saja realisasinya.Kenyataan ini sangat ditunggu-tunggu para GTT di seluruh Inddonesia.
    @.Mudah-mudahan Pemerintah serius melaksanakan kebijakannya.

  5. Alhamdulillah, semoga pemerintah semakin tanggap pada nasib guru-guru swasta, bukannkah mereka juga ikut membantu program pemerintah mencerdaskan anak bangsa? Iya kan pak? trm ksh atas referensinya
    @.Beneer sekali,bu.Kalau pemerintah mau,pasti ada jalan.

  6. ADIL ITU MEMANG SULIT,
    KEBIJAKSANAAN ITU KADANG INDISIPLINER

    Lulusan LPTK yg membludak mengakibatkan maraknya guru honor. Hal ini mengakibatkan menyempitnya kesempatan kerja bagi lulusan terbaik dari LPTK yg berkualitas. Hal tersebut mengakibatkan malasnya lulusan terbaik SLTA untuk melanjutkan ke LPTK. Dengan demikian LPTK kekurangan bibit berkualitas super. Berarti OUTPUT LPTK ya biasa-biasa saja. Dengan demikian Pendidikan ya biasa-biasa saja.
    (ibarat Kuda Lumping, rame tak tdk kesurupan. Kurang seru.)
    Yang perlu dipikirkan bagaimana caranyan agar lulusan LPTK itu berkualitas. (saat ini sdh lulus S1,S2 keguruan masih ikut PLPG, apa ijasahnya salah teken……, aneh).
    Kalau tidak demikian sampai kapanpun pemeritah akan disibukan dengan banyaknya Guru Honor….. SELAMANYA.
    @.Memang aneh ya pak,kok lulusan S1/S2 masih ikut PLPG ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: