• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Mendiknas Segera Kaji Pemanfaatan LKS

Terkait Maraknya Pungutan Sekolah di Luar BOS

JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menerangkan bahwa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan segera mengkaji mengenai manfaat atau kegunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Menurutnya, kajian LKS ini terpaksa segera dilakukan karena hingga saat ini semakin banyak pungutan-pungutan di luar program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan sekolah terhadap para siswa didiknya.

“Kita akan mengkaji dan mengevaluasi seberapa jauh kegunaan dan manfaat LKS di sekolah. Sebenarnya kan sudah cukup jika para siswa diberikan buku paket sebagai bahan pembelajaran di kelas,” ungkap Mendiknas kepada JPNN, di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (10/8).

Mendiknas mengatakan, dana BOS yang diberikan ke SD/SLB di kota sebesar Rp 400.000 per siswa per tahun, sudah bisa dikatakan cukup. Begitu juga dengan dana BOS untuk SD di kabupaten sebesar Rp 397.000 per siswa per tahun, serta SMP/SMPLB/SMPT di kota sebesar Rp 575.000, dan untuk wilayah kabupaten per siswa per tahunnya mencapai Rp 570.000.

“Penentuan besaran dana BOS untuk setiap siswa sudah dianalisis semuanya. Nah, jika masih ada pungutan lain berupa biaya LKS, ini akan kita evaluasi. Jika LKS tidak begitu bermanfaat bagi proses belajar mengajar, maka sekolah tidak perlu pakai LKS. Namun sebaliknya, jika LKS sangat dibutuhkan, maka kita berencana biaya LKS akan kami masukkan ke dalam BOS,” tegasnya.

Rencana ini, lanjut Mendiknas, juga bertujuan agar pihak sekolah tidak lagi membebani para siswa dan orang tua untuk mengeluarkan biaya. “Esensinya, 2011 kita ingin membereskan masalah di jenjang pendidikan dasar wajib, yakni  SD-SMP. Kita tidak ingin para siswa dan orang tua dibebani biaya lagi. Kita berharap untuk jenjang ini semuanya gratis,” imbuh Mendiknas.

Lebih jauh Mendiknas menambahkan, hasil kajian atau evaluasi LKS ini rencananya akan mulai diterapkan di dalam program BOS tahun 2011 mendatang. “Jika hasil evaluasinya sudah ada, mungkin penerapannya akan dilaksanakan di dalam program BOS tahun depan,” katanya. (cha/jpnn)


(Sumber : JPNN.com, 10 Agustus 2010)

9 Tanggapan

  1. LKS adalah buku pengayaan yang dinilai bermanfaat bagi murid di sekolah, sekaligus sebagai bahan latihan belajar bagi murid pada setiap mata pelajaran, hanya keberadaan LKS harus di seragamkan penulisan dan materi nya serta yang terpenting adalah harga yang relatif murah dan tidak menyusahkan orangtua murid,… kesimpulan setuju dengan adanya LKS

  2. Jika setelaj dikaji ternyata keberadaan LKS masih diperlukan, sebaiknya LKS dibuat oleh kelompok guru matpel sehingga dapat meningkatkan profesionalisme guru membuat bahan ajar bukan hanya memilih bahan ajar yang sesuai bagi siswanya. maju terus guru Indonesia!!!!

  3. LKS menurut saya sama dengan penyempitan wawasan siswa. Siswa disuguhi Teori yang hanya beberapa kalimat, tetapi dijejali dengan soal-soal yang sangat banyak. Bagaimana mungkin bisa maksimal memecahkan persoalan, kalau wawasannya sempit ?????? Idealnya lahirnya LKS, jg diiringi lahirnya guru2 yang kreatif untuk melengkapi sisi minus LKS …………Selamat berkreasi GURU INDONESIA!
    @.Setuju ,Bu

  4. Harus diakui LKS bermanfaat, setidaknya ada hal positif yang bisa diraih berupa memberikan rambu yang mengarah pencapain kompetensi siswa. Idealnya LKS dibuat sendiri oleh Guru, dan diberikan kepada siswa pada saat akan dikerjakan, berupa LEMBARAN KERJA (bukan berupa buku yang terjilid) apalagi diterbitkan oleh fihak lain (penerbit) dan dijual kepada siswa dengan harga yang tinggi> contoh ada sekolah yang menjual LKS yang harga dasarnya hanya 2100 murid membeli dengan harga 15000 (dengan berbagai dalih) untuk melengkapi fasilitas sekolah, Pada era Guru Profesional saat ini harus ada ketegasan bahwa LKS harus dibuat oleh Guru ybs.

  5. pendistribusian dana bos perlu diperketat sebab dana bos sering di “sunat” dikantor Dinas dengan berbagai dalih.Selagi ada pemotongan hak guru,yakinlah pendidikan tak akan bagus.Contoh : yang mengikuti Peningkatan Mutu Pengawas Sekolah di Sumut yang dilaksanakan di LPMP Sumut bulan September 2010 yang katanya diawasi dari Ktr Presiden,ternyata panitia memotong honor mereka sebesar rp.750.ooo/org.Bagaimana pendidikan bisa baik sementara bos-bos dari Jkt juga bermain.bayangkan putaran terakhir 17 s/d 23 September 2010 sebanyak 205 orang x Rp.750.000,sudah berapa untuk Panitia ?.

  6. Saya setuju LKS dievaluasi keberadaannya. Libatkan pakar-pakar pendidikan dan guru-guru yang menggunakan LKS tersebut. Cari kelebihan dan kekurangannya dari segi manfaat.Jangan hanya dihubungkan dengan sekolah gratis. Kalau memang manfaatnya lebih banyak, anggarkan lewat dana BOS. Mari kita berpikir positif mengenai masalah LKS. Bravo Guru Indonesia.

  7. Dengan digembar-gemborkannya pembelajaran konstruktivisme aktif, yaitu pembelajaran yang mengahruskan guru untuk dapat membimbing siswa menemukan sendiri atau menkonstruksi sendiri pengetahuannya, maka keberadaan LKS sebagai media pembelajaran sangat diperlukan. LKS yg saya makud adalah LKS yang dibuat sendiri oleh guru, bukan LKS yang dibukukan yang belum tentu cocok dg kurikulum sekolah masing-masing.

  8. apakah lks itu HARAM???
    atau lks itu seperti NARKOBA???
    apalagi yang harus dilarang pemerintah??
    seharusnya yang di revisi kebijakan pemerintah tentang buku banyak pihak swasta yang bergantung pada dunia pendidikan terutama penerbit.
    mari kita evaluasi atau urun rembuk tentang hal ini…
    @.Setuju,Pak.

  9. menurut saya BOS itu di peruntukkan bagi sekolah swasta di pedesaan dan terpencil saja..yang kebanyakan guru gurunya masih berstatus non pns…sehingga BOS benar2 membantu dalam operasional sekolah sehari-hari….termasuk membayar honornya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: