• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 341,556 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Tes Keperawanan Siswa Urusan Daerah, Kemdiknas Tak Bisa Larang

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tidak bisa melarang munculnya wacana tes keperawanan bagi siswa lulusan sekolah dasar dan menengah yang dilontarkan oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno.

“Kami tentunya tidak bisa untuk melarang, membenarkan atau menyalahkan wacana tersebut,” ungkap Sekretaris Jenderal Manejemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Bambang Indriyanto ketika dihubungi JPNN, Jakarta, Kamis (30/9).

Menurutnya, jika melakukan tes keperawanan hanya untuk syarat proses seleksi penerimaan siswa baru (PSB) maka itu adalah suatu wacana yang tidak proporsional. “Jika tes keperawanan dilakukan untuk alasan kesehatan, mungkin masih bisa diterima. Namun, jika dilakukan hanya untuk seleksi penerimaan siswa, maka itu sangat tidak proporsional,” tukasnya.

Lantas, bagaimana jika wacana tersebut benar-benar disetujui dan diterapkan di suatu daerah? Bambang mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak meskipun ini terkait dengan dunia pendidikan. Menurutnya, hal itu merupakan ranah kewenangan pemerintah daerah (pemda) di era otonomi daerah ini.

“Jika nantinya terbit suatu kebijakan yang mengatur tentang tes keperawanan akan digunakan sebagai syarat PSB di suatu daerah, itu sudah hak prerogatif daerah tersebut. Kemdiknas tidak berwenang untuk melarang, karena saat ini semuanya kan sudah desentralisasi,” terang Bambang.

Bambang menambahkan, hingga saat ini memang belum ada satupun aturan formal mengenai tes keperawanan yang digunakan untuk kepentingan seleksi PSB. Menurutnya, tes keperawanan itu masalah yang bersifat etika. “Hilangnya keperawanan siswa karena free sex, itu memang sangat melanggar aturan agama. Tetapi, jika masalah itu dikaitkan dengan syarat untuk melanjutkan pendidikan, saya pribadi beranggapan itu tidak perlu,” ujarnya. (cha/jpnn)


(Sumber ; JPNN.com, Edisi : 30 September 2010)

Iklan

5 Tanggapan

  1. @rendra : lu mah org bego mikirin agama tp bkn mikirin hak asasi setiap manusia…
    dimata tuhan pun yg salah bisa bertaubat,lantas apakah yang tidak perawan tidak blh sekolah ???
    mungkin saja itu kesalahannya diwaktu dlu dan disaat iya pingin berubah dan insyaf iya tidak mendapatkan tempat apa lg sekolah tidak menerimanya..
    itu sangat tidak adil..

  2. memang setiap warga negara berhak mengeyam pendidikan, akan tetapi negara juga berhak donk menentukan kriterian orang yang akan dididik, apalagi jika orang yang dididik tidak bermoral, dalam hal ini sdh terjangkit seks bebas, mau dibawa kemana bangsa ini?
    ingat bahwa Tuhan YME akan melaknat kaumnya yang tidak mematuhi perintah dan larangan-Nya———(jabarkan sendiri)

  3. kalau misalnya smua siswa iang akan mndaftar sklah tdk prwan ,,
    gmna jdinya,,
    knpa orang iang prwan jha bza sklah,,
    buknya styap warga negara berhak mengayam pendidikn ,,

  4. ah spt kurang kerjaan aja,

  5. Sebenarnya anggota Dewan ini pengen tau aja apakah anak perempuannya masih perawan atau tidak. Atau mungkin ini hasil Kunjungan Dewan ke negara lain ( menghabiskan uang negara ) dan sebagai bentuk Laporan Pertanggung jawaban.
    Kurang kreatif pendapatnya, kessel gua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: