• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Inilah Tiga Skenario Rekrutmen Guru Baru Kemendiknas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kementerian Pendidikan Nasional mulai 2011 menyiapkan tiga skenario rekrutmen guru baru masing-masing untuk jangka pendek, menengah, dan panjang yang ditujukan memenuhi kebutuhan guru yang pensiun, guru bidang studi baru, dan kebutuhan daerah baru. “Untuk mengatasi kebutuhan guru jangka pendek dengan merekrut lulusan S1/D4 yang berminat menjadi guru,” kata Mendiknas Mohammad Nuh usai membuka Seminar Guru Nasional 2010 di Kemdiknas, Jakarta, Selasa.

Hadir pada seminar Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kemdiknas Hamid Muhammad, dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo.

Sebelum mengajar, kata Mendiknas, mereka terlebih dahulu mengikuti pendidikan profesi selama dua semester atau satu tahun. “Kebutuhan guru selalu ada tiap tahun. Oleh karena itu, tidak mungkin mengandalkan dari awal, sehingga kita siapkan yang baru lulus,” katanya.

Guru-guru yang baru ini, kata Mendiknas, kalau tidak disiapkan pendidikan profesinya akan menjadi beban. “Oleh karena itu, mulai tahun 2011 Kemdiknas akan merintis pendidikan profesi bekerja sama dengan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK),” katanya.

Adapun untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka menengah, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang duduk di semester 5 atau 6. Mereka yang berminat menjadi guru ditawarkan untuk pindah jalur, sehingga begitu lulus sudah tidak perlu lagi mengikuti pendidikan profesi satu tahun. “Jadi pendidikan profesi embedded, sudah melekat di situ,” katanya.

Sementara, lanjut Mendiknas, untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka panjang melalui pendidikan sarjana. Pendidikan ini disiapkan bagi lulusan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau madrasah aliyah selama empat atau lima tahun.

Layaknya seperti pendidikan kedokteran, kata Mendiknas, mereka yang masuk di fakultas kedokteran, 99 persen ingin menjadi dokter. “Guru nanti juga begitu. Masuk di LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) atau jurusan lain memang mau menjadi guru,” katanya.

Mendiknas menyampaikan mulai 2011 akan merintis delapan LPTK di perguruan tinggi untuk menyiapkan pendidikan bagi calon guru. Pada tahap awal, direncanakan merekrut 1.000 lulusan SMA/SMK/MA untuk dididik selama 4-5 tahun. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan diasramakan. “Sekarang kita lengkapi asramanya khusus bagi calon guru,” ujarnya.


Republika.co.id, 23 November 2010

5 Tanggapan

  1. Alhamdulilah
    Sudah ada cara perekrutan yang lebih baik …..
    penyaringan dari awal akan lebih bagus
    persaingan semakin ketat mudah2an menjadi guru yang inovatif …

  2. Pak tolong perhatikan nasib para gtt. Para gtt sudah lebih pengalaman dalam mengajar. Dan tolong perhatikan nasib mereka, jika seandainya bapak jadi gtt pikirkan itu pak. Jangan sampai ada uang ada jabatan itu akan membuat negara bermoral hancur trimakasih telah membaca kutipan seorang gtt yang tak tentu nasibnya

  3. PaK Menteri Yang Terhormat, saat sekarang saja di setiap lembaga pendidikan formal masih ada 3 s.d. 5 GTT/PTT yang HR-nya tidak lebih dari Rp100.000,00 tak jelas nasib mereka. Banyak di antara mereka yang sudah S1 pendidikan atau sedang proses memperoleh ijazah S1/D4 walau mereka belum tentu ikut diangkat menjadi guru tetap pengabdi masyarakat. Mereka banyak yang berangkat pagi pulang petang kalau-kalau untung ketika ada peluang.
    Tolong Pak, nasib mereka juga diperhatikan. Pengabdiannya jangan disia-siakan. Apalagi yang tak punya biaya untuk berdahuluan (disik-disikan). Sudah sekian lama selalu ditinggalkan. Pendataan insentif GTT saja belum dapat kesempatan. Walau sudah ber-NUPTK masih dikalahkan pengabdi siluman yang tak pernah kelihatan. Justru didata dulu dimasuk-masukkan. Sungguh tragis nasib mereka. Ingin ganti pofesi, apa yang akan dilakukan. Sudah telanjur dipanggil Pak/Bu Guru oleh orang awam.
    Untuk pendataan tahun ini perlu dikaji teliti. Benarkah yang masuk pengabdi sejati .Sejak dua ribu empat atau baru-baru ini. Atukah hanya sekedar ditandatangani tanpa ada yang mencari bukti nurani. Wallahu a”lam bishshowabi. Semoga Allah mengampuni.

  4. Dari pada kita mengambil yang baru untuk jadi tenaga pendidikan, kenapa? tidak mengangkat yang sudah ada, bukan masih banyak guru yang honor, yang tingkat standar gajih masih di bawah UMR bahkan lebih lebih rendah dari pada gajih PRT.Seandai nya kemampuan dalam mengajar kurang bagi guru honor kenapa bukan diberikan pelatihan dan pengajaran. Buka untuk di kucilkan atau tidak dipandang sebelah mata. Keberadaan kami

  5. Wah, sementara banyak sekolah yang kelebihan guru dan tidak bisa memnuhi kewajiban mengajar 24 jam karena siswa terlalu sedikit, bagaimana itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: