• Flickr Photos

  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 347,113 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

PGRI Anggap Pendidikan Nasional Berjalan Tanpa Arah

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo, menilai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sepanjang tahun 2010 berjalan tanpa semangat reformasi seperti yang digaungkan selama ini. “Tahun 2010 adalah tahun everything is usual (biasa-biasa saja), tanpa arus besar yang menunjukkan ke mana arah pendidikan nasional,” ujar Sulistyo di Jakarta, Selasa (4/1).

Anggota DPD Ri dari Jawa Tengah itu mengingatkan, pada 14 Januari 2010 silam Kementerian Pendidikan Nasional pernah menggelar acara Sarasehan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Namun menurutnya, pendidikan karakter sepanjang 2010 seolah-olah menjadi arah dan muara pendidikan nasional.

“Padahal, kajian PB PGRI menggencarkan pendidikan karakter akan menjadikan pendidikan kita salah arah. Pendidikan watak, budi pekerti, dan akhlak mulia yang dicanangkan tidak memiliki makna baru,” tegasnya.

Sulistyo juga menyinggung soal Ujian Nasional (UN). Menurutnya, UN selalu penuh kontroversi. Bahkan gugatan citizen lawsuit atas UN pernah digelar dan ternyata dimenangkan pengadilan. Upaya pemerintah mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung, juga ditolak.

Sulistyo menilai hal itu sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah dalam hal UN. “Mestinya penolakan oleh MA itu dijadikan momentum untuk mengakhiri UN yang melanggar prinsip-prinsip pedagogis (mendidik), melawan perundang-undangan, melemahkan semangat belajar, dan berdampak sangat buruk itu.  Yang dilakukan Kemdiknas dan DPR hanya mampu menambal sulam UN yang ada dengan menyebutnya “format baru” yang akan mengakhiri perdebatan,” tegasnya.

Demikian juga halnya dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI/SBI) dan WCU (World Class University). Pada tahun 2010, RSBI/SBI dan WCU dinyatakan dievaluasi. Namun, sampai akhir tahun ini belum ada pemberitahuan bagaimana hasilnya, imbuh Sulistyo.

Hal lain yang juga menjadi kecemasan PGRI adalah tentang angka drop out. “Menurut data Kemdiknas, 1,7 persen dari 31 juta siswa SD drop out dan 19 persen lainnya tidak melanjutkan ke SMP. Sementara itu 59 persen lulusan SMA dan SMK tidak lanjut ke Perguruan Tinggi (PT). Angka Partisipasi Perguruan Tinggi kita baru sekitar 18 persen,” ungkapnya.

Temuan lainnya adalah persoalan minimnya akses peserta didik ke dunia pendidikan, di mana sekitar 75 persen disebabkan oleh faktor ekonomi. “Padahal anggaran pendidikan kita sudah mencapai angka 20 persen dari APBN dan APBD,” tandasnya.

Menyinggung soal profesionalisme guru, Sulistyo menyebut pada tahun 2010 Kemdiknas menyatakan ketidakpuasannya terhadap sertifikasi portofolio karena tidak berimplikasi signifikan terhadap perbaikan kinerja guru. “Namun, masyarakat belum melihat adanya upaya lain yang dirancang secara sistematis dan teruji untuk meningkatkan kompetensi guru dalam jabatan,” pungkas Sulistyo. (fas/jpnn)


JPNN.com, 05 Januari 2011

Iklan

4 Tanggapan

  1. sertifikasi guru sangat bermanfaat bagi pendidik, hal ini setidaknya dapat dibuktikan dengan pengalaman saya pribadi dan teman-teman yang menempuh studi lanjut S2 dengan biaya sendiri 80% adalah guru-guru yang telah tersertifikasi itu artinya sertifikasi guru ada efeknya bagi guru terutama dalam menigkatkan kompetensi yang hal ini hanya bisa dilihat dalam jangka pendek 1-2 tahun tetapi 4-5 tahun setelah kebijakan ini diterapkan

  2. Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

  3. Pada saat ini kesejahteraan guru sangat meningkat drastis.segala permintaan dikabulkan pemerintah termasuk sertifikasi guru.tapi kalau kita lihat hasil nya tak banyak perubahan.ya gitu aja dah.terus yang saya tanyakan pak haji.APAKAH UANG SERTIFIKASI ITU HANYA DIGUNAKAN UNTUK KEBUTUHAN GURU..?yang ke2.TLNG KEPADA BAPAK PENGAWAS JANGAN CUMA DUDUK DIKANTOR Lihat administrasi.tapi lihat fakta lapangan.banyak guru yang datang terlambat.bolos dan tak tepat waktu..coba jangan hanya gunakan kompetensi sosiak.tapi Gunakan HATI NURANI.GURU ADALAH PAHLAWAN BUKAN MALING.trim

  4. ya semua punya pandangan sendiri2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: