• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Mendiknas: Orang Miskin Tak Boleh Kehilangan Masa Depan

Jakarta – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, masyarakat boleh menjadi miskin, namun tidak boleh kehilangan masa depan.

“Orang boleh miskin, tapi orang miskin tidak boleh kehilangan masa depan,” ucap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof. Dr Ir H Mohammad Nuh DEA saat bernostalgia dengan mantan guru, guru dan siswa SMP, SMA, dan SMK Wachid Hasyim, Sidotopo Wetan Baru, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Di hadapan sebagian dari 3.000-an siswa di sekolah almamaternya itu, Nuh yang alumni SMP Wachid Hasyim periode 1972-1974 itu mengajak enam siswa SMP, SMA, dan SMK tentang cita-cita mereka.

“Saya ingin jadi polisi,” tutur Ajiputra, siswa kelas 2 SMP Wachid Hasyim yang orang tuanya menjadi guru di Taman Pendidikan Wachid Hasyim 4 Surabaya itu.

Hal yang sama diungkapkan Nur, siswi kelas 3 SMA mengaku dirinya ingin menjadi dosen Fisika. “Bapak saya wiraswasta, bapak saya punya bengkel las,” tukasnya.

Namun, siswi kelas 3 SMK jurusan multimedia, Asmaul Chusna, mengatakan dirinya ingin menjadi ‘entrepreneur’ (wiraswasta). “Saya ingin berwiraswasta seperti bapak saya yang menjadi distributor kedelai,” semangatnya.

Menanggapi hal itu, Nuh menilai semua cita-cita itu penting, karena siapa pun harus memiliki cita-cita, baik miskin atau tidak. “Saya 10 bersaudara, ayah saya seorang petani yang nggak lulus SD, ayah pernah jualan kerupuk dan es, karena anaknya banyak, tapi malamnya ayah banyak berdoa,” tukasnya.

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informasi itu, orang yang mempunyai cita-cita itu memiliki masa depan, termasuk orang miskin juga harus mempunyai cita-cita, karena orang miskin tidak boleh kehilangan cita-cita. “Saya juga dari keluarga besar yang ‘berat’ secara ekonomi. Yang penting punya cita-cita dan tekad mewujudkan. Kemendiknas akan mendorong dengan Bidik Misi (beasiswa pendidikan miskin berprestasi),” ucapnya.


(Sumber :Today.co.id, 13 April 2011)

4 Tanggapan

  1. adapun tanggapan saya mengenai pendidikan sbb:
    1.hapuskan serifikasi guru, kok sepertinya guru semakin mengapurkan tanggung jawabnya dalam mendidik.daripada buat sertifikasi lebih baik dana tersebut diberikan kepada guru honorer yang berada jauh dari fasilitas yang ada dlm mengajar.
    2.sikap moral pendidik seperti menguasai sekolah seolah olah sekolah tempat dia bekerja dan mengajar miliknya dan selalu bersikap negatif terhadap masukan yang ada seperti”kalo bapak tidak suka dengan sistim dan pelayanan sekolah silakan cari sekolah yang lain”hal tersebut pernah saya alami saat saya menanyakan kenapa guru kelas sering meninggalkan kelas pada saat jam pelajaran berlangsung”dia jualan diwarung ngomong gitu ndak masalah kalo ibu tidak suka dengan menu saya silakan cari warung lain,malu dengan seragamPNS yang dipakai dan sumpah jabatan sebagai pendidik.
    3.salary yang diberikan pemerintah pusat rasanya sudah sangat cukup,pemerintah pusat pun sudah memberika bahan 4 sehat 5 sempurna tinggal guru daerah mengolahnya saja untuk diberikan ke anak didik gaji yang diberikanpin setingkat cheef tapi hasil olahannya hanya mamapu keluar sarimi.gimana anak kita penerus bangsa bisa nyaman,aman,dan kreatif mengembangkan ilmunya kalo yang disuguhkan tiap hari sarimi.
    4.bagi saya sekolah dasar memegang peranan penting tapi terkadang guru guru SD terlalu menggapangkan mengingat mata pelajaran ringan belum seberat smp ato sma tapi justru penanaman nilai moral pada sebuah kain putih sangat penting.salah pada dasarnya memperbaikinya susah.mohon untuk dimengerti dan diresapi dalam mendidik tidak hanya kita selesaikan kurikulum,akan tetapi seyogyanya penanaman budipekerti,penanaman kepekaan terhadap lingkungan dan rasa nationalisme.
    Demikian komentar saya terhadap pendidikan sebenarnya masih banyak lagi yang perlu ditata apabila ada kalimat saya yang kurang berkenan mohon maaf

  2. Setuju sama pak Suprawoto

  3. bisakah kemungkaran di dunia pendidikan yang mengakibatkan orang tidak beranjak dari kemiskinannya dapat dihapuskan? Pertanyaan ini menjadi penting manakala kita melihat bahwa orang-orang the have tak memiliki kepedulian kepada mereka yang tidak mampu sekolah karena kemiskinannya. Padahal, potensi mereka sungguh berharga untuk dibiarkan begitu saja. Semoga ketukan ini menjadi doa kita bersama, menjadikan Indonesia yang lebih sejahtera.
    @.Setujuuuuuuu !

  4. Benar…Masa depan yang sukses bukan hanya milik orang kaya, dan menjadi pandai adalah hak orang miskin juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: