• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 343,903 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Mayoritas Kepala Daerah Salah Pilih Kadis Pendidikan

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Musliar Kasim menilai sebagia besar kepala bupati dan wali kota salah pilih dalam mengangkat seseorang sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Buktinya, banyak Kadis Pendidikan yang tidak paham dengan permasalahan di bidang pendidikan.

“Pendidikan tidak maju saat ini karena yang mengangkat kepala dinas dan kepala sekolah adalah bupati/walikota. Terkadang, seseorang yang diangkat menjadi Kadis Pendidikan tidak bisa memehami dan menyelesaikan masalah pendidikan,” ungkap Musliar di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (28/10).

Lebih lanjut Musliar menjelaskan, saat ini Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB) tengah melakukan reformasi dalam hal pengangkatan pejabat daerah. Nantinya, akan ada seleksi ketat sebelum seseorang diangkat sebagai kepala dinas pendidikan.

“Jadi sebenarnya semua orang boleh mengajukan jadi kepala dinas,  tapi apa visinya harus jelas, dan itu akan diseleksi. Kalau yang ada sekarang adalah, yang penting sepaham (mendukung Kepala Daerah). Itulah contoh nyata di daerah. Kalau di kementerian ya pastinya profesional,” paparnya.

Mantan Rektor Universitas Andalas tersebut menambahkan, semenjak adanya  otonomi daerah ternyata birokrat yang menjadi tim sukses kepala daerah dipilih untuk menduduki jabatan-batan penting dan strategis. Namun Musliar mengingatkan agar  praktek tersebut tidak terjadi di bidang pendidikan.

“Kalau di bidang lain ada praktek seperti itu, saya tidak mau ikut campur. Tapi tolong, di bidang pendidikan janganlah ada praktek demikian. Karena pendidikan itu kan harus dari jiwa. Kalau tidak ada jiwa pendidikan ya tidak mungkin bisa,” keluhnya. (Cha/jpnn)


 ( Sumber Utama : JPNN.com, 28 Oktober 2011)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: