• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Sertifikasi Profesi Bakal Singkirkan Guru Senior

JAKARTA (Suara Karya): Rencana uji kompetensi bagi para guru untuk mendapat sertifikasi profesi pada tahun 2012, dinilai Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo bakal “menyingkirkan” guru berusia diatas 50 tahun. Pengalaman selama ini menunjukkan guru senior sering kesulitan dalam mengerjakan soal ujian.

“Semakin tinggi usia semakin sulit untuk mengingat. Ini alamiah. Saya khawatir, guru usia diatas 50 tahun banyak yang tak lulus kompetensi,” kata Sulistiyo kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (15/11).

Menurut Sulistiyo, pelaksanaan uji kompetensi tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 74 Tahun 2008 tentang Guru. Dalam PP tersebut ada kewajiban bagi pemerintah untuk memberi pelatihan dan pembinaan bagi guru. Seharusnya pemerintah melakukan pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu, baru melakukan uji kompetensi.

“Uji kompetensi sebenarnya buat apa. Uji semacam itu hanya cocok bagi guru usia muda. Karena itu, kita lihat saja apakah uji kompetensi pada 2012 ini berhasil atau tidak.

Tetapi jika uji kompetensi hanya untuk mengendalikan jumlah penerima tunjangan sertifikasi, ini sudah tidak benar,” katanya menegaskan. Ia menambahkan, penentuan sertifikasi harus dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, yaitu dimulai dari usia. Namun, bagi guru diatas 50 tahun dana ujian kompetensi sebaiknya dialihkan untuk pelatihan dan pembinaan agar kualitas mereka semakin baik.

“Kalau guru diatas 50 tahun tidak lolos seleksi, lantas mau dikemanakan mereka. Mereka tak perlu ikut seleksi lagi, tetapi langsung mendapat sertifikat. Nah guru dibawah 50 tahun saja yang diwajibkan untuk ikut uji kompetensi,” tuturnya.

Kendati demikian, Sulistiyo tetap setuju jika sistem sertifikasi tahun 2012 dilakukan secara online. Artinya, lanjut dia, penetapan urutan itu bukan lagi kewenangan kabupaten/kota tetapi sudah diatur oleh pemerintah pusat.

“Tapi sayangnya, banyak ditemukan bahwa banyak guru yang bawa data ke petugas dinas, namun petugas tersebut tidak mau meng-update data guru tersebut. Disinyalir para petugas meminta uang kepada para guru untuk biaya update,” katanya menandaskan. (Tri Wahyuni)


(Sumber Utama : Suara-karyaonline.com, 16 November 2011)

3 Tanggapan

  1. Tidak ada artinya uang sertifikasi yang begitu banyak,kalau mutu dari guru yg bersertifikasi tidak ditingkatkan.kalau tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan guru tanpa dibarengi mutu kompetensi guru ,mendingan pemerintah memperlakukan remunerasi saja seperti di kepolisian atau di kejaksaan atau yang lainnya.mudah, cepat dan tidak ada yang iri.Pmerintah harus tegas jalankan aturan,Kalau sudah usia 50 keatas tidak mampu/kalah dengan yang muda mereka harus belajar keras lagi,toh pengalaman nya sudah banyak.

  2. Peningkatan kinerja Pendidik melalui sertifikasi sangat tepat. Karena memotifasi pendidik dalam meningkatkan kompetensinya menjadi guru yang profesional inilah cita-cita luhur bangsa kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi metode pelaksanaan masih banyak kekurangan. Misalnya peserta sebelum dinyatakan dan diakui menjadi guru profesional terlebih dahulu diuji melalui jalur protofolio dan atau mengikuti PLPG. PLPG waktunya hanya 9 hari. Dalam waktu yang singkat ini peserta dituntut menjadi guru yang profesional. Pengamatan dan pengalaman saya selama mengikuti PLPG, benar diuji oleh tutor yang berkwalitas. Namun pesertanya yang pada umumnya tidak nalar alias tidak nyambung dengan materi yang disampaikan oleh tutor. Saya menilai kebanyakan tutor memberikan nilai lulus karena belas kasihan kepada peserta. Jadi bukan karena memenuhi standar kompetensi. Guru dari daerah yang kompetensinya serba kekurangan ditambah dengan umur yang sudah diatas rata-rata 50 tahun dimana semangat belajarnya sangat rendah. Dipaksa belajar, buat ini dan lakukan ini, pasti menjadi beban yang sangat berat bagi siguru tua ini. Hasilnya Nilai waktu datang mengikuti PLPG sama dengan 4 dan pulang setelah PLPG sama dengan nilai 4 juga. Artinya yang didapat = 0 ( nihil ). Kasihan samaTutornya, sama pesertanya dan uang negaranya. Jadi saran saya pola sertifikasi ganti menjadi pola pendidikan latihan, workshop, Bimtek melalui KKG. MK3S, MGBS dan sejenisnya. Setelah terlebih dahulu berikan tunjangan profesi secara serentak kepada seluruh guru Indonesia. Baru evaluasi mana pendidik yang layak menjadi guru, atau layak menjadi tenaga administrasi, atau pensiunkan saja.

  3. Uji kompetensi sebenarnya buat apa. Tapi kalau Monitoring dan Evaluasi atas keberadaan Guru yang Telah mendapat Tunjangan Sertifikasi sangat diperlukan, asal memberi wewenang sepenuhnya kepada Pengawas Binaannya, karena yang lebih tau di lapangan adalah Pengawas Binaannya,” Tapi sayangnya, banyak ditemukan bahwa ada guru yang belum melaksanakan Tupoksinya sebagai Penerima Tunjangan, toh melengkapi berkas diajukan ke Diknas, lancar-lancar saja mendapat Tunjangan Sertifikasi…. dengan alasan sudah ada Sertifikat Pendidik !.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: