• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Tiga Kategori Guru: Guru Nyasar, Guru Bayar dan Guru Sadar

REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL – Indonesia memiliki jumlah guru sebanyak 3.4 juta orang. Dari sekian juta guru tersebut, mereka terbagi menjadi tiga ketegori.

Aris Setyawan, motivator muda Indonesia, menjelaskan ketiga kategori itu adalah kategori guru nyasar, guru bayar dan guru sadar.

“Ketiga kategori ini nyata dan dimiliki oleh Indonesia,” kata dia saat mengisi sesi motivator “Guru Kreatif Pendidikan Berkualitas” di Wisma Syahida, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangsel, Kamis (8/12).

Kategori pertama misalnya. Guru tipe ini merupakan sosok yang hanya melihat guru sebagai sebuah profesi alternatif di tengah kesulitan mencari kerja. “Tipe ini yang penting kerja, memberikan materi seadanya, pasang muka “killer”, dan selalu memarahi muridnya dengan kata-kata yang tidak seharusnya terucap,” kata dia.

Kategori kedua adalah guru bayar. Menurut Ari, guru ini memiliki tipikal di awal bulan penuh semangat mengajar. Tapi di akhir bulan, tipe ini pun lemas.

Biasanya guru kategori ini tidak pernah menghafal nama anak didiknya. “Bila diumpamakan, ada uang aku sayang, tidak ada uang aku melayang,” ujarnya.

Terakhir adalah guru sadar. Guru kategori ini akan memposisikan diri sebagai orang tua. Anak didiknya dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri. Ia sadar bergaji kecil, tapi lebih mengharapkan gaji yang cair di akhirat. Ia juga kenal dekat dengan siswa dan orang tuanya.

“Guru ini mampu menyenangkan dan menggerakan semangat siswanya,” kata dia.

Harapannya, lanjut Ari, anak-anak didik Indonesia mendapat guru sadar. Kalaupun ada guru nyasar dan bayar, harapannya berubah menjadi guru sadar.

“Tanpa guru, apa jadinya negara ini. Tapi kembali lagi, apakah anda semua ingin menjadi guru nyasar, bayar atau sadar,” katanya. ”Semua itu tergantung nurani dan ketulusan anda saat memilih profesi guru.”


Sumber : Republika.co.id, 08 Desember 2011

3 Tanggapan

  1. semoga guru kita termasuk guru yg sadar…..
    jgan hanya pingin banyak tunjangannya aj tapi tunjukan profesionalisasi dalam mengajar

  2. Kumaha damang?
    Rerencangan Pengawas di Karawang nuju usum naon?
    Punten eta link sahabatna geuning seueur nu broken
    @.Alhamdulillah.Nuhun kasumpingan ku almukarom,yeuh.Muhun eta teh link na janten ngacapruk geuning,bade di dangdosan.Pengawas karawang nuju usum diklat,sapalih nembe uih ti Thailand.Nuhun Pak.

  3. bener banget, apalagi ada sertifikasi, byk yg mw jadi guru krn “duit”nya, bukan krn hati yg ingin mengukir masa depan lewat generasi penerus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: