• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

WAJAH PENDIDIKAN DI TAHUN 2012

Kalau kita renungkan,terkadang saya selaku pengawas bingung.Apa sebenarnya yang salah dengan pendidikan di Indonesia ? Masalahnya kalau diamati secara kasat mata saja wajah pendidikan di Negara kita ini masih carut marut.Sekalipun anggaran pendidikan yang begitu besar,tapi apakah hasilnya sepadan dengan biaya yang dikeluarkan ? Mungkin akan banyak orang menjawab : Belum..belum…belum.

Coba kita simak mulai dari Redistribusi guru yang tidak merata sehingga guru numpuk di kota-kota saja,tidak mau mengajar di pelosok apalagi di daerah terpencil.Mutu guru masih saja belum menunjukan peningkatan kinerja yang maksimal sekalipun sudah digenjot oleh sertifikasi guru. Ujian nasional masih saja mengundang kontrroversi sekalipun pemerintah terkesan sangat memaksakan sekalipun banyak argumentasi dari berbagai lapisan masyarakat yang nota bene amat menentang pelaksanaan UN ini. Bangunan-bangunan sekolah masih banyak yang rusak dan tidak layak disana-sini ? lantas apa kerja bupati/walikota untuk membenahi pendidikan di daerahnya?Lalu siapa yang harus disalahkan ? Apakah bapak menterinya yang salah
menerapkan kebijakan ? Apakah bupati/walikota salah memilih kepala Dinas pendidikan ? Atau para kepala sekolah dan pengawas sekolah yang kurang kompetensinya (termasuk saya ) sehingga belum optimal di lapangan?

Kalau demikian apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak mutu pendidikan di tahun 2012 ini ke depan ? Apakah arah kebijakan pendidikan di tahun 2012 sudah sesuai dengan harapan masyarkat ?

“Semboyan kita ke depan adalah jangan boleh ada anak yang tidak sekolah. Semua harus sekolah, sekolah, sekolah”. Itu yang dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Senin (19/12/2011) di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Pak Sulistyo (Ketua PGRI Pusat) mengatakan : “Banyak kebijakan hanya bersifat coba-  coba,” kata Sulistyo saat memaparkan catatan pendidikan 2011 di Gedung PGRI, Jakarta, Rabu (28/12/2011).”Selain itu, lanjutnya, juga banyak program pendidikan yang dijalankan sebagai respons yang sifatnya instan dalam menanggapi berbagai isu dan permasalahan yang muncul. Akibatnya, kebijakan tidak dirancang secara konseptual dalam sebuah grand design dengan perspektif jangka panjang.”Di pengujung 2011, kami menyongsong 2012 dengan tanpa gairah, dengan arah yang tak jelas. Seiring anggaran pendidikan yang meningkat, banyak program disusun tanpa subtansi dan berbasis mutu,” katanya.”Banyak kebijakan hanya bersifat coba-coba,” kata Sulistyo saat memaparkan catatan pendidikan 2011 di Gedung PGRI, Jakarta,
Kalau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan : “ Semua harus sekolah….  Sekolah…sekolah .”  Masyarakat mengatakan : “ biaya nya mahal…mahal.

…mahal. Gedungnya rusak…rusak….rusak.Pak Menteri ayo kerja…kerja…kerja………

Jangan Cuma duduk…duduk….duduk.

“ Sekolah…sekolah…sekolah.Guru di daerah hilang…hilang…hilang.Kurikulum nya Cuma hafal..hafal…hafal,sekolah gak gratis,orangtua menjerit : mahal…mahal….   Mahaaal. ?

Kuta Beach,1 Januari 2012

3 Tanggapan

  1. pprogram pengawas sekolah begitu padat…baik kepengawasan manjerial maupun akademis terlebih kaitan dengan SNP 8 standar pendidikan….untuk dapat terlaksana maka menggunakan model,teknik dan strategi agar sekolah dapat dibina……makanya saya aneh apabila ada pengawas yang datanng kesekolah tak melaksanakan program……..ada komunikasi itupun satu pendekatan apabila mengarah pada standar pembinaannya………

  2. eunak tenan jadi pengawas datang sebentar kesekolah omong ngalor ngidul dapet amplop ya itulah nasib pengawas bodrek. Bagaimana mau menanamkan karakter kalau yang ngawasai aja mentalnya kadang jebol duh bu pertiwi mau jadi apa anak negeri ini

  3. Buang Jauh-jauh kalimat pengabdian dan tanpa tanda jasa didunia pendidikan… Malulah pada diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: