• Flickr Photos

  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 347,113 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Lulusan SD Jadi Pengusaha, Sarjana Jadi Karyawan

Memang banyak kejanggalan di negeri kita ini,hampir di semua sektor bangsa Indonesia menunjukan ketidakmampuan dalam mengelola sumber daya alam,menjalankan birokrasi,mungkin yang terlintas di benaknya hanya bagaimana menyelamatkan “Clan”,dan memperkaya diri,sehingga rakyat kita hanya menjadi korban eksploitasi para “penguasa”,ujung-ujungnya tetap saja mayoritas rakyat tidak merasa sejahtera,bahkan cenderung menderita.

Dalam sektor pendidikan tetap saja negara belum menemukan formulasi yang jitu untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan kompetitif di bidangnya,buktinya ,sebagaimana dimuat dalam Tempo.co sbagai berikut: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat angka lulusan sarjana (S1) kalah telak dari lulusan sekolah dasar dalam hal memulai menjadi seorang pengusaha.

“Datanya diolah dari data yang kami dapat dari Kementerian Pendidikan,” ujar Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi, Taty Ariati, Sabtu, 7 April 2012.

Berdasarkan data itu minat lulusan sekolah menengah umum untuk menjadi pelaku usaha kecil dan menengah hanya 22,63 persen. Angka ini kalah dibanding minat dari lulusan SD dan sekolah menengah pertama yang mencapai 32,46 persen. Adapun lulusan perguruan tinggi hanya 6,14 persen.

Taty menyatakan data tersebut bisa menjadi catatan bahwa kurikulum pendidikan yang diajarkan di bangku sekolah saat ini cenderung tidak mendorong seseorang berminat menjadi seorang wirausahawan, tapi lebih tertarik bekerja kantoran.

Sekolah tidak lebih banyak mengajarkan keterampilan bagi peserta didik, sehingga cakap dalam persaingan usaha. Hal itu semakin kuat karena hingga kini budaya sebagian masyarakat Indonesia, sebagian besar orang tua, masih berharap anak-anaknya dapat menjadi karyawan sebuah perusahaan ketimbang membuka usaha sendiri.

“Kesannya ketika makin tinggi (tingkat pendidikannya), orang malas jadi pengusaha UKM karena di bayangannya mereka inginnya jadi karyawan,” ujar dia.

Melihat fenomena itu lembaganya terus memberikan edukasi dan informasi bagi lulusan sekolah berbagai tingkatan untuk menjadi pengusaha, sehingga semakin banyak lapangan kerja baru. “Mereka (UKM) itu tidak bergantung pada peluang kerja yang diberikan pihak lain. Justru mereka membuat (peluang) sendiri,” kata dia.

Ya bagus kalau Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah punya kepedulian dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru,karena meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu tanggung jawab bersama.


Iklan

2 Tanggapan

  1. memang banyak yang jadi pengusaha walaupun lulus SD tapi bukan berarti itu tanpa perjuangan. jadi intinya kalo sarjana juga berjuang yakin pasti bisa lebih dari sekedar pengusaha 🙂

  2. bagus nih artikelnya,…sudah terbukti kenyataannya ….jadi gak ada jaminan lulusan sarjana akan jadi pengusaha yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: