• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

LKS “ISTRI SIMPANAN” DAN “LKS KOMUNIS” YANG MENGHEBOHKAN

Sumber Gambar : Poskotanews.com

Image : Poskotanews.com

Belum juga reda seputar cerita “Bang Maman dari Kali Pasir” yang termuat di Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mengundang kontroversi akibat adanya materi mengenai “istri simpanan”,yang mana LKS tersebut sudah ditarik dari SD Angkasa IX Halim Perdana Kusumah Jakarta timur.Kini kegaduhan berpindah ke  Disdik Jawa Barat ,tepatnya di kabupaten Sukabumi,ditemukan LKS yang lebih kontroversi lagi yakni pada buku “pegangan guru” terdapat kejanggalan. Kejanggalan LKS  ini tertera dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA. Hal ini didapati guru itu ketika memeriksa LKS yang menjadi pegangannya saat mengajar. Di dalam lembar itu ada sebuah pertanyaan, “Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia, yang namanya….” Dan, jawabannya adalah “komunis”.Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat) mencatat ada dua SMA menggunakan LKS yang mengajarkan paham komunis dan sudah melayangkan somasi kepada pihak penerbit, Dua sekolah yang dimaksud terletak di Parakan Salak dan di  Cicurug.(Media Indonesia.com,edisi : 19 April 2012 ) .LKS yang kini sudah menjadi komoditas Guru,sekolah,penerbit masih marak,beredar secara luas di negeri ini.Padahal pemerintah sudah menerbitkan  Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 181 memang bagus untuk menghindarkan guru dari berdagang. Pasal tersebut berbunyi, “Pendidik dan tenaga kependidikan baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, dan pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan”. Itje Chodidjah,seorang aktivis Ikatan Guru Indonesia mengatakan : Namun demikian, selalu saja ada celah yang dapat diciptakan ketika ada kesempatan memperoleh keuntungan langsung finansial. Tak heran, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dianggap sebagai salah satu perlengkapan bahan ajar, dan sedianya diharapkan dibuat sendiri oleh guru bidang studi bersangkutan atau lewatMusyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), ternyata akhirnya berbeda. Beberapa guru “kreatif” kemudian mengemas LKS menjadi seolah layak jual dan menjadi komoditas. Gayung pun bersambut. “Kreatifitas” itu lalu disambut oleh penerbit yang tidak jelas alamatnya, dan kemudian jadilah seolah produk yang dianggap bisa membantu proses pembelajaran. Dengan nama yang digunakan, Lembar Kerja Siswa, lantas dianggap sebagai materi yang dianggap memenuhi kebutuhan siswa. Lantas petanyaannya, siapa yang mengawasi pembuatan LKS dan mengontrol isinya? (Kompas.com edisi :19 april 2012). Setiawan Agung Wibowo,Ketua Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan di Ikatan Guru Indonesia berpendapat : “Kasus cerita rakyat ‘Bang Maman dari Kali Pasir’ dan ‘Si Angkri’ yang baru-baru ini menghebohkan dunia pendidikan kita memang bisa dibahas dari segi budaya dan pesan moral yang dinilai tidak sesuai bagi anak-anak usia 6-8 tahun. Pada kasus tersebut, sebenarnya ada masalah lain yang penting dalam dunia pendidikan kita, yaitu ketidakmampuan guru memilih bacaan tepat bagi siswa.” (Kompas.com,edisi : 17 April 2012)

Belajar dari dua kasus tersebut diatas,sebaiknya pihak sekolah lebih berhati-hati dalam memilih LKS untuk siswa-siswinya.dan kalau memang LKS dipandang kurang baik,kenapa mesti dipertahankan ?


Satu Tanggapan

  1. menurut saya, sudah saatnya masyarakat indonesia lebih terbuka dengan ideologi ini, yang lebih dari 30 tahun sudah menjadi krban fitnah penguasa Orba dengan doktrinasi dan demonisasi serta propaganda komunis = atheis. hal ini dibuktikan dengan adanya bukti2 kongkrit bahwa dalang dari peristiwa g30s adalah amerika dengan CIA-nya yang ada dalam dokumen Grishif. dan sampai saat ini pun tidak ada bukti secara sah dan legal bahwa g30s adalah perbuatan PKI komunis indonesia. bahkan ada 1 yang menjadi fakta tak terbantahkan yang jelas ada. bahwa di negeri ini telh terjadi pembantaian massa di bawah rezim orba, massa yang dianggap pki dan orang yang tidak tahu apa-apa dibantai tanpa proses peradilan, dengan total 5 juta nyawa! sudah saatnya kita belajar dengan logika. karena tidak ada 1 orang pun di Indonesia yang bisa membuktikan secara sah dan legal di mata hukuk bahwa PKI adalah aktor dibelakang G30S. Salam kenal Pak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: