• Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 337,216 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • BLOGROLL

  • My favourite room in my house (Library)

Mendikbud Sebut Bimbel Rusak Cara Berpikir Siswa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjamurnya lembaga bimbingan belajar (bimbel) bagai buah simakalama bagi dunia pendidikan Indonesia. Di satu sisi ikut berkontribusi mendorong siswa untuk belajar cepat menemukan solusi. Namun, di sisi lainnya ternyata merusak cara berpikir siswa.

“Siswa diajak untuk berpikir cepat mencari solusi sebuah persoalan. Berpikir shortcut itu merusak struktur berpikir siswa, meski benar,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta, Rabu (26/12).

Pada tahap tertentu, metode pembelajaran bimbel sangat mendukung siswa mencari jangka pendek. Tapi konsekuensinya membuat alur berpikir mereka menjadi loncat-loncat. Struktur berpikir secara bertahap dan benar akhirnya diabaikan. Sayangnya, ketika dihadapkan pada persoalan berat di level tertentu siswa tidak berkutik lagi menghapinya.

“Proses berpikir secara benar itu yang harus dibenahi sekarang. Tidak boleh kita terjebak hanya pada cepatnya saja,” ujar Nuh.

Mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) itu menyadari dampak buruk pendidikan yang diterima siswa di bimbel bisa dirasakan. Kalau dikaitkan dengan fenomena korupsi di Indonesia, bisa jadi lantaran sejak di sekolah siswa diajak berpikir cepat.

Alhasil ketika dewasa dan masuk birokrasi, kata Nuh, mereka selalu mencari jalan pintas untuk mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya. “Jalan pintas itu membuat orang sekarang korupsi dan faktanya moralitas rendah itu harus dievaluasi lewat kurikulum baru,” katanya.


Republika.co.id, 26 Desember 2012

Satu Tanggapan

  1. great post. memang, apa yang diberikan dari bimbel dengan yang di sekolahan kadang tidak sejalan. regards😀

    Konsultan Pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: