• Flickr Photos

    13052011870

    100_0360

    100_0277

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

  • Statistik Blog

    • 187,716 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • PEMBAYARAN TUNJANGAN GURU SIAP DIAMBIL ALIH

    Untuk kesekian kalinya BPSI sengaja menurunkan berita-berita yang berkaitan dengan pembayaran tunjangan profesi pendidik yang semakin sini semakin semrawut aja. Ini menunjukan betapa kinerja dan perhatian  pemerintah terhadap guru makin berkurang. Berita yang diturunkan kompas.com edisi 29 mei 2012 memuat : – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kemungkinan mengambil alih pembayaran tunjangan profesi pendidik demi kelancaran. Kepastiannya menunggu hingga Juli atau triwulan kedua pembayaran.

    “Kami akan lihat sampai Juli. Jika pemerintah daerah tetap tak bisa membayar lancar, kami akan cari mekanisme lebih baik,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, akhir pekan lalu, di Jakarta.

    Tunjangan profesi triwulan pertama 2012 semestinya disalurkan ke rekening pribadi penerima, April lalu. Namun, hingga Minggu lalu, ada yang tak kunjung cair karena tak ada SK pencairan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Menurut Nuh, SK masing-masing direktur jenderal pendidikan dasar dan menengah selesai Maret. Dana pun sudah disalurkan kepada pemerintah provinsi.

    Menurut Retno Listiyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Kemdikbud tak belajar dari kesalahan penyaluran tunjangan profesi guru. “Bukannya makin mudah. Hampir enam tahun pelaksanaan sertifikasi, tak ada perbaikan kinerja dalam sistem pembayaran tunjangan,” katanya.

    Pencairan tunjangan profesi bagi guru swasta dan honorer, lanjutnya, sudah ada di beberapa daerah. Besaran tunjangan dipukul rata Rp 1,5 juta per bulan.

    Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan, pembayaran tunjangan di Jawa Barat tak merata. Di Kota Bandung belum ada pembayaran. Di kabupaten, seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Bandung Barat, hanya dibayar dua bulan.

    Pemerintah daerah dinilai sibuk mengklarifikasi guru yang memenuhi 24 jam mengajar. Pemenuhan 24 jam mengajar ini dinilai bukan salah guru, melainkan akibat ketidakmampuan pemerintah menata distribusi guru. “Akibat guru didesentralisasi. Jadi, tunjangan dan gajinya melalui DAU kota/kabupaten sehingga banyak hambatan birokrasi,” kata Iwan. Baca selebihnya »

    Proses Pembayaran Tunjangan Guru Akan Direvisi

    JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh akan merevisi proses pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).  Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi agar tak terjadi keterlambatan pada pencairan TPP di tahap selanjutnya. Seperti diberitakan, masih banyak guru, khususnya di daerah yang belum menerima tunjangan profesi tahap I (Januari-Maret) tahun 2012. Padahal sejatinya, para guru berhak menerima tunjangan tersebut paling lambat pada April lalu.”Intinya kita tidak akan tinggal diam, tapi akan mencari solusi terbaik agar pencairan tak lagi terlambat. Revisi ini seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang sudah kami tarik ke pusat,” kata Nuh, saat ditemui di kediamannya, di Jakarta, Kamis (17/5/2012).

    Ia melanjutkan, mekanisme baru masih terus dijajaki dengan mengidentifikasi kendala yang mungkin akan ditemui jika proses penyalurannya direvisi. Terlebih pada penyaluran tunjangan di tahap III (Juli-September) yang bertepatan dengan masa ajaran baru. ”Saya rasa kendala cukup rumit ada di penyalurab tahap ketiga, karena bertepatan dengan ajaran baru. Maka dari itu, verivikasi data harus diselesaikan dari sekarang,” ujarnya. Baca selebihnya »

    TERNYATA PEMERINTAH TIDAK MAMPU MEMBAYAR TUNJANGAN PROFESI PENDIDIK “TEPAT WAKTU”

    Sebulan yang lalu saya,teman-teman pengawas , guru,dan kepala sekolah merasa gembira ketika membaca Statement Pak mentri mendikbud yang di muat di JPNN.com yang dimuat juga di blog ini ; menyatakan:  ”Para guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak perlu lama-lama menunggu rapelan pencairan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta TPP dicairkan tepat waktu. Yaitu dirapel tiga bulan sekali. Untuk tahap pertama, dijadwalkan cair bulan April ini tahun ini tidak perlu lagi ada kasus keterlambatan pencairan TPP. Selain itu, dia berharap skenario pencairan TPP yang dirapel tiga bulan sekali tidak kacau seperti tahun lalu. Dia menjelaskan, tahun ini diharapkan seluruh guru penerima TPP tidak lama-lama menunggu pencairan rapelan.” Rangkaian kalimat tersebut indah sekali terdengar ditelinga kita,seakan ada harapan yang besar bagi kita (penerima TPP) bahwa itu semua akan terwujud dengan pasti.(karena yang ngomong kan Mendikbud).

    Tapi apa kenyataannya ? Hingga hari ini pun (10 Mei 2012 ) belum ada tanda-tanda bakal dicairkan segera,dananya pun entah nyangkut dimana ???.Mungkin ada sebagian teman-teman kita yang katanya di daerahnya sudah cair,khusunya mereka yang mekanisme pencairannya melalui dekon.(dananya masuk ke propinsi,dari propinsi langsung disebarkan ke rekening masing-masing).Tapi bagi kita yang dananya tidak melalui mekanisme dekon,dana dari propinsi harus masuk ke kas daerah (Kab/kota).disinilah terjadi pengendapan dana karena harus melewati “birokrasi” yang rumit. Baca selebihnya »

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SISWA,GURU ,KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI KAB.KARAWANG TAHUN 2012

    Pemilihan Kepala Sekolah,guru,dan siswa berprestasi tahun 2012 di kabupaten Karawang yang diselenggarakan pada Sabtu ,dan Senin (28,29 April 2012) di SMPN 1 Karawang Barat telah diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari : Kepala sekolah 6 orang,guru 24 orang dan siswa 44 orang.Jika dibandingkan dengan keikutsertaan peserta tahun-tahun kebelakang,maka tahun ini bisa dibilang kurang.Mungkin karena kurangnya sosialisasi dari dinas pendidikan,atau karena sekolah disibukan dengan Ujian nasional.Namun sekalipun demikian terjadi persaingan ketat diantara peserta baik ditingkat kepala sekolah,guru,maupun siswa.

    UNTUK SISWA,GURU,KEPALA SEKOLAH YANG MENDUDUKI PERINGKAT I,II,DAN III BESOK HADIR DI LAPANGAN KARANG PAWITAN PUKUL 08.00 WIB UNTUK IKUT UPACARA HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2012.

    Selamat untuk yang menjadi JUARA,yang belum juara TETAP SEMANGAT,TETAP BERPRESTASI,Siapkan untuk tahun depan.

    Lampiran 1 : Hasil Lomba Siswa Berprestasi Baca selebihnya »

    SISTIM BARU REKRUTMEN GURU MULAI 2012

          Pemerintah nampaknya sangat serius dengan penyiapan calon-calon guru yang profesional mulai tahun 2012 ini.”Sampai tahun 2015 akan ada sekitar 200.000 guru yang pensiun. Penggantinya tentu harus disiapkan, namun dengan perekrutan yang lebih baik, yang dimulai dari perbaikan pendidikan calon guru,” demikian salah satu statemen Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh. yang dimuat Kompas.com.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengubah cara rekrutmen calon guru. Mulai tahun 2012 ini, mahasiswa baru yang diterima di lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) ditawari untuk ikut tes khusus menjadi calon guru dan biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
    “Mahasiswa baru di LPTK yang diterima tahun ajaran ini akan dites lagi. Nanti yang lulus tes langsung diberi beasiswa oleh pemerintah. Ketika lulus, siap menjadi guru yang profesional,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai seminar pendidikan yang diselenggarakan Kompas bertajuk “Menggugat Praksis Pendidikan, Bagaimana?” dan Peluncuran Yayasan Nusa Membaca di Jakarta, Senin (23/4/2012).

    Menurut Nuh, perbaikan kualitas guru mesti dimulai dari proses rekrutmen yang benar. “Karena itu, tidak semua mahasiswa LPTK bisa langsung jadi guru,” kata Nuh , mahasiswa baru yang lolos di LPTK akan dites dengan empat kompetensi yang mesti dimiliki guru, yakni profesional, pedagogi, kepribadian, dan sosial. Baca selebihnya »

    LKS “ISTRI SIMPANAN” DAN “LKS KOMUNIS” YANG MENGHEBOHKAN

    Sumber Gambar : Poskotanews.com

    Image : Poskotanews.com

    Belum juga reda seputar cerita “Bang Maman dari Kali Pasir” yang termuat di Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mengundang kontroversi akibat adanya materi mengenai “istri simpanan”,yang mana LKS tersebut sudah ditarik dari SD Angkasa IX Halim Perdana Kusumah Jakarta timur.Kini kegaduhan berpindah ke  Disdik Jawa Barat ,tepatnya di kabupaten Sukabumi,ditemukan LKS yang lebih kontroversi lagi yakni pada buku “pegangan guru” terdapat kejanggalan. Kejanggalan LKS  ini tertera dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA. Hal ini didapati guru itu ketika memeriksa LKS yang menjadi pegangannya saat mengajar. Di dalam lembar itu ada sebuah pertanyaan, “Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia, yang namanya….” Dan, jawabannya adalah “komunis”.Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat) mencatat ada dua SMA menggunakan LKS yang mengajarkan paham komunis dan sudah melayangkan somasi kepada pihak penerbit, Dua sekolah yang dimaksud terletak di Parakan Salak dan di  Cicurug.(Media Indonesia.com,edisi : 19 April 2012 ) .LKS yang kini sudah menjadi komoditas Guru,sekolah,penerbit masih marak,beredar secara luas di negeri ini.Padahal pemerintah sudah menerbitkan  Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 181 memang bagus untuk menghindarkan guru dari berdagang. Pasal tersebut berbunyi, “Pendidik dan tenaga kependidikan baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, dan pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan”. Baca selebihnya »

    Lulusan SD Jadi Pengusaha, Sarjana Jadi Karyawan

    Memang banyak kejanggalan di negeri kita ini,hampir di semua sektor bangsa Indonesia menunjukan ketidakmampuan dalam mengelola sumber daya alam,menjalankan birokrasi,mungkin yang terlintas di benaknya hanya bagaimana menyelamatkan “Clan”,dan memperkaya diri,sehingga rakyat kita hanya menjadi korban eksploitasi para “penguasa”,ujung-ujungnya tetap saja mayoritas rakyat tidak merasa sejahtera,bahkan cenderung menderita.

    Dalam sektor pendidikan tetap saja negara belum menemukan formulasi yang jitu untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan kompetitif di bidangnya,buktinya ,sebagaimana dimuat dalam Tempo.co sbagai berikut: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat angka lulusan sarjana (S1) kalah telak dari lulusan sekolah dasar dalam hal memulai menjadi seorang pengusaha. Baca selebihnya »

    Tunjangan Profesi Guru Tahap I Cair April

     Para guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak perlu lama-lama menunggu rapelan pencairan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta TPP dicairkan tepat waktu. Yaitu dirapel tiga bulan sekali. Untuk tahap pertama, dijadwalkan cair bulan April ini.Mudah-mudahan saja janji pemerintah tidak meleset “seperti biasanya”(gombal kali) karena Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, tahun ini tidak perlu lagi ada kasus keterlambatan pencairan TPP. Selain itu, dia berharap skenario pencairan TPP yang dirapel tiga bulan sekali tidak kacau seperti tahun lalu(Pak Menteri ngaku nih..). Dia menjelaskan, tahun ini diharapkan seluruh guru penerima TPP tidak lama-lama menunggu pencairan rapelan.
    Dia menjelaskan, pada tahap pertama TPP diterima April depan. TPP yang dikucurkan bulan depan itu merupakan rapelan sejak Januari, Februari, dan Maret. Sedangkan untuk tahap kedua nanati, TPP dijadwalkan cair pada Juli 2012. Lalu untuk tahap ketiga TPP cair pada Oktober 2012, Kemudian gelombang terakhir pencairan TPP peride 2012 dijadwalkan Desember 2012. “Harus dipaksakan untuk bisa dicairkan sesuai aturan. Yaitu dirapel tiga bulan sekali,” tegas mantan Rektor ITS itu. Baca selebihnya »