• Flickr Photos

    More Photos
  • blog-indonesia.com
  • KALIMAT RENUNGAN

    ikon4

    "Kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik,akarnya teguh,dan cabangnya (menjulang) ke langit"

    (Ibrahim : 24)

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang dapat merumuskan prinsip-prinsip,menyegarkan jiwa,menggerakan generasi,dan mendirikan sebuah bangsa.

    Kalimat yang baik adalah kalimat yang memperbaiki kesalahan,mengukuhkan keadilan,meringankan kebatilan, dan menghapus penyelewengan.

    Kalimat yang baik adalah cara kerja,keuntungan masa lalu,musik penyemangat hari ini,dan harapan yang menjanjikan di masa mendatang

    ( Sentuhan Spiritual Aidh al Qarni : Dr.’Aidh al-Qarni )
  • Kategori

  • Arsip

    • 243,351 Hits
  • Alat Penerjemah


    google translate
  • HASIL SELEKSI SISWA,GURU,KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI KAB.KARAWANG TAHUN 2013

    Inilah hasil selengkapnya yang masuk ke peringkat 10 besar pada Seleksi Siswa,Guru, dan Kepala Sekolah Berprestasi Kab.Karawang yang diadakan pada 26-27 April 2013 di SMPN 3 Karawang Barat.

    Untuk yang masuk PERINGKAT 1,2,DAN 3 agar hadir pada Upacara Hardiknas 2 Mei 2013 di Lapangan Karang Pawitan Karawang pukul 07.00. Inilah hasilnya:

    N0

    NAMA

    ASAL SEKOLAH

    SKOR

    RANK

    SISWA BERPRESTASI

    1

    AMIRA ALIYA NURHADIATI H. NEGERI 1 KLARI

    156,67

    1

    2

    BERNADETHA KUSUMA KRIS F. YOS SUDARSO

    154,67

    2

    3

    ANANDA SHAFIRA YKWK PUPUK KUJANG

    140,67

    3

    4

    ALFIAN ARRIZKY PRATAMA IT  MENTARI ILMU

    140,00

    4

    5

    RAFIDA ARINI NEGERI 1 KARAWANG BARAT

    135.67

    5

    6

    JESSICA BERLIANA EKAWARDANI IGNATIUS SLAMET RIYADI

    134,00

    6

    7

    AFYAN CHOLIL ASY`ARI NEGERI 2 CIKAMPEK

    134,00

    7

    8

    CHAIRANI RAHIIMI NEGERI 6 KARAWANG BARAT

    133,00

    8

    9

    IDAH MEYSARI NEGERI 2 JATISARI

    130,00

    9

    10

    FUJI ULYA NURRAHMI NEGERI 2 KLARI

    132,33

    10

    GURU BERPRESTASI

    1

    DWI WAHYU ARIANI, S.Pd. NEGERI 1 KLARI

    290.99

    1

    2

    RIA MERDEKAWATI, S.Pd NEGERI 2 CILAMAYA KULON

    289,00

    2

    3

    ENJANG JUBAEDI, S,Pd NEGERI 1 BANYUSARI

    271.88

    3

    4

    DEVI SRI NURANI PUJIATI NEGERI 1 TELUKJAMBE BARAT

    265.66

    4

    5

    R O H E T I,  S.Pd. NEGERI 1 CIKAMPEK

    244.66

    5

    6

    YULI PUJIATI, S.Pd NEGERI 1 PEDES

    242.99

    6

    7

    ABDUL MARANG, S,Ag NEGERI 1 CILEBAR

    236.99

    7

    8

    C A Y O,  S.Pd NEGERI 2 CILAMAYA WETAN

    230.32

    8

    9

    DARSONO HADISAPUTRO, S.Ag NEGERI 1 TIRTAMULYA

    222.99

    9

    10

    NINING TRI SUGIARTI, M.Pd NEGERI 3 KARAWANG BARAT

    218.66

    10

    KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

    1

    RUKMANA, M.Pd NEGERI 1 CIAMPEL

    415

    1

    2

    H. UDIN, M.Pd NEGERI 3 KLARI

    398

    2

    3

    M. DAUD, M.Pd. NEGERI 1 CILEBAR

    396

    3

    4

    DR. H.  SUTIRNA NEGERI 1 TELUKJAMBE BARAT

    394

    4

    5

    S U H E R I , S.Pd. NEGERI 1 JAYAKERTA

    373

    5

    6

    R. DARAJAT SYAFE`I, M.Pd. NEGERI 2 KLARI

    363

    6

    7

    NENENG LISNAWATI, S.Pd., MM. NEGERI 1 KUTAWALUYA

    356

    7

    8

    CARTONO, M.Pd. NEGERI 3 TIRTAJAYA

    339

    8

    9

    Drs. H. C.A. BACHTIAR, M.Pd. NEGERI 1 KARAWANG BARAT

    207

    9

    10

    Drs. TATANG SUPRIATNA NEGERI 1 BANYUSARI

    210

    10

    Quo Vadis Ujian Nasional

    Oleh Hafid Abbas

    Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan ujian nasional selalu diwarnai persoalan, mulai dari kebocoran soal dan kunci jawaban, contek massal, hingga penundaan pelaksanaannya di sepertiga wilayah Tanah Air.

    Atas realitas ini, Wakil Presiden Boediono meminta pelaksanaan UN dievaluasi kembali untuk melihat baik buruknya bagi pendidikan di Indonesia. Bahkan, Wapres lebih lanjut menekankan, Indonesia perlu mencari ide-ide baru, cara-cara baru, contoh-contoh baru, dan belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih maju (RRI, 20/4/2013).

    Beberapa catatan

    Sebagai refleksi atas harapan Wapres, betikut ini beberapa catatan penyelenggaraan UN. Pertama, jika UN dimaksudkan untuk menilai hasil belajar siswa terhadap apa yang telah dipelajari dan hasilnya akan dijadikan dasar untuk penentuan kelulusan, kelihatannya UN sudah tak relevan lagi dilaksanakan. Alasannya, sejak Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pada era Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, tingkat kelulusan UN di jenjang SD, SLTP, dan SLTA, baik umum maupun kejuruan, selalu mencapai atau di kisaran 100 persen. Jika sudah jadi tradisi kelulusan seperti itu, tak tepat lagi digunakan dasar penentuan kelulusan. Baca selebihnya »

    Kurikulum 2013 Terkendala Budget

    JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah berencana memberlakukan Kurikulum 2013 untuk kelas I, IV, VII, dan X mulai Juli 2013. Namun, hingga kini usulan anggaran tambahan dari pemerintah untuk pelaksanaannya sebesar Rp 684 miliar belum disetujui Komisi X DPR.

    Total kebutuhan anggaran Kurikulum 2013 adalah Rp 2,4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 dan mayoritas anggaran melekat Rp 1,740 triliun.

    �Anggaran yang masih ditahan itu Rp 684 miliar. Sisanya sudah ada di pos-pos direktorat, seperti dana bimbingan teknis, evaluasi, dan lainnya, karena posisinya anggaran melekat,� kata anggota Komisi X, Rohmani, pada audiensi Koalisi Tolak Kurikulum 2013 dengan anggota panitia kerja kurikulum di Komisi X DPR di Jakarta, Senin (25/3).

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, anggaran Kurikulum 2013 tersusun atas anggaran melekat Rp 1,740 triliun (69,9 persen) dan anggaran tambahan Rp 751,4 miliar (30,1 persen). Dana itu untuk pelatihan guru serta pengadaan buku bagi siswa dan guru.

    �Penggunaan anggaran terbesar untuk penggandaan buku 72,8 juta eksemplar sebesar Rp 1,2 triliun dan pelatihan guru Rp 1,09 triliun,� kata Nuh. Baca selebihnya »

    HASIL OSN TINGKAT KAB.KARAWANG

    HASIL OSN KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2013

    TINGKAT SMP

    NO

    NAMA

    MATA PELAJARAN

    ASAL SEKOLAH

    1

    DESI NURAENI Matematika SMPN 1 CIKAMPEK

    2

    TRIHARTANTI Matematika SMPN 2 LEMAHABANG

         

    1

    DELIA PUTRI ZAHRI Fisika SMPN 1 KLARI

    2

    FAHMI RAMDANI Fisika SMPN 1 CIKAMPEK

         

    1

    UUM UMAEMAH Biologi SMPN 1 RAWAMERTA

    2

    DINDA PUTRI LESTARI Biologi SMPN 1 CIKAMPEK

         

    1

    SAHRAN RIZKIA AZIS IPS SMPN 1 RAWAMERTA

    2

    IYOM IPS SMPN 1 TELUKJAMBE TIMUR

    3

    ALFIAN ARIZKI IPS SMP MENTARI ILMU

    4

    FAHMA SATRIA IPS SMPN 1 CIKAMPEK

         
    TINGKAT SEKOLAH DASAR (SD)

    1

    STEEF Matematika SD SLAMET RIYADI

    2

    ALISA SUPAILA Matematika SD PUPUK KUJANG

    3

    FERI ALFIAN SODI Matematika SD SUKAMERTA

         

    1

    SAMUEL KISTIANTO IPA SD YOS SUDARSO

    2

    REFANSA AFILAH MAULANA IPA SD BENGLE II MAJALAYA

    3

    ROSALIA HARJA SUMANTRI IPA SD SARTIKA KOTABARU

     

     

    KETERANGAN :

    Training OSN di hotel Teratai Lembang Bandung

    Senin s/d sabtu 18 s/d 23 Maret 2013 (SMP)

     

    Training OSN di hotel Vila Melati Putih Lembang Bandung

    Senin s/d sabtu 18 s/d 23 Maret 2013 (SD)

     

    Sumber : Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Karawang

    Dilatih 52 Jam, Guru Tak Boleh Banyak Ceramah

    Kebijakan Kemendikbud Jelang Pelatihan Guru untuk Kurikulum Baru

    JAKARTA – Pelatihan guru untuk persiapan penerapan kurikulum baru 2013 terus dikebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan rambu-rambu pelaksanaan pelatihan. Diantaranya pelatihan tidak boleh banyak berceramah.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, persiapan pelatihan guru sudah matang. “Data-data peserta sudah beres semua, sudah disebar ke daerah. Nanti tinggal verifikasi akhir dan penetapan,” katanya, Kamis (28/2).

    Syawal menjelaskan, pelatihan dimulai dengan penataran instruktur nasional. Posisi struktur nasional ini sepenuhnya diisi oleh para dosen dari kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

    Ditegaskannya, seluruh kursi instruktur nasional ini diisi dosen karena berdasarkan alasan kemampuan. Dengan menaruh dosen di posisi ini, pelatihan bisa berjalan cepat. Rencananya, pelatihan para instruktur nasional ini akan berjalan pada April nanti.

    Tahapan selanjutnya adalah pelatihan untuk jenjang guru inti. Posisi guru inti diisi oleh guru-guru  berprestasi, baik nasional maupun internasional.

    Syawal mengatakan, pelatihan guru inti ini akan digawangi oleh para instruktur nasional yang telah dilatih lebih dulu. Diperkirakan para guru inti akan dilatih pada Mei nanti. Baca selebihnya »

    Download POS Ujian Nasional (UN) 2013

    permendikbud-no-3-tahun-2013

    Peraturan-pos-un-sd-tahun-2013

    peraturan-pos-un-smpsma-smk-dan-unpk-tahun-2013

    pos-koreksian-05-02-2013

    tata-tertib-pengawas-ujian-nasional-tp-2012-2013

     

    Ini Pertanda Anda Guru yang Hebat

    JAKARTA – Menilai kehebatan seorang guru bisa dilakukan melalui faktor internal dan eksternal. Secara internal, pendidikan guru yang mumpuni bisa menjadi acuan kapabilitas. Namun, output dari para siswa tentunya tidak bisa diabaikan. Prestasi dan moral luhur para siswa juga bisa menjadi ukuran keberhasilan seorang guru.Lantas apa saja faktor yang menjadi ukuran kehebatan atau keberhasilan seorang guru? Dr Marvin Thompson, Kepala SMA John McDonogh di New Orleans, Amerika Serikat, memberikan bocorannya. Thompson merupakan menjadi bintang serial dokumenter di saluran TV OWN bertajuk “Blackboard Wars”.  Berikut empat tanda guru yang hebat seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (19/2/2013).

    1. Di kelas, para siswa berbicara lebih banyak ketimbang gurunya.

    “Pada masa kini, proses belajar di kelas harus berbasis pertanyaan, bukan pengarahan dari guru. Guru yang baik akan memberikan ‘panggung’ kepada siswanya untuk menyelidiki, menanyakan, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Sebuah tanda yang positif jika di kelas ada diskusi yang penuh makna dan mencakup semua siswa,” jelas Thompson.

    2. Sang guru berbagi ide dengan guru lainnya.

    “Berbagi ide sebenarnya membantu guru mengasah keterampilan dan mendapat masukan mengenai praktik belajar terbaik dari guru lain. Sama seperti para dokter yang saling berkonsultasi mengenai pasiennya, para guru juga harus melakukan dialog satu sama lain,” ujar Thompson. Baca selebihnya »

    Kurikulum 2013 Diperuntukan Sekolah Berakreditasi A dan B

    JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Mohammad Nuh mengklaim telah mendapat restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjalankan kurikulum 2013. Sehingga pelaksanaan kurikulum itu bisa langsung disosialisasikan implementasinya.

    Nuh mengatakan restu SBY dia peroleh setelah melalui sidang kabinet paripurna, Senin (18/02). Saat itu Nuh mengaku telah diberi lampu hijau oleh Presiden untuk mensosialisasikan kurikulum 2013.

    �Bapak Presiden menyampaikan yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi kurikulum supaya dilaksanakan secara masif. Artinya, secara substansi beliau sudah bisa memahami bahwa kurikulum 2013 ini penting,� kata Nuh mengulang ucapan Presiden SBY, kepada media di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (19/02).

    Mendikbud mengatakan, implementasi kurikulum 2013 diterapkan ke sekolah-sekolah yang siap melaksanakannya. Adapun ketentuan kesiapan sekolah diukur dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Pertama, kesiapan dari sisi kelengkapan sekolah. Baca selebihnya »

    RSBI Dihapus, Dunia Pendidikan Jangan Jadi Kelinci Percobaan Lagi

    JAKARTA, KOMPAS.com – Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dampak dari keputusan itu adalah dihilangkannya RSBI dalam sistem pendidikan di Indonesia.

    Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang membawahi bidang pendidikan menilai keputusan itu sudah tepat. Hal ini karena sistem RSBI membuat adanya kesenjangan di antara anak didik.

    “RSBI membuat peluang adanya kontroversi dan penyimpangan. Ada kesenjangan status antara anak didik satu dan anak didik lain. Ada kesan elitis dalam penerapan RSBI ini,” ujar Taufik, Selasa (8/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

    Ia juga berharap agar setelah RSBI dihilangkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lagi menerapkan sistem serupa dengan nama yang berbeda. “Jangan muncul istilah lain yang tidak menimbulkan semangat kesetaraan dan istilah lain untuk akal-akal dalam pengambilan keputusan,” ucap Taufik.

    Untuk tahap selanjutnya, Taufik mengatakan, DPR akan segera melakukan rapat konsultasi antara Komisi X dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas pelaksanaan dari keputusan MK ini. Taufik berharap agar keputusan MK ini bisa menjadi pembelajaran bagi dunia pendidikan ke depan. Baca selebihnya »